GRACE MINDSET
POINT 1 (Versi Kasih Karunia)
Berhenti sejenak karena hidupku bersumber dari Kristus, bukan dari reaksiku
Kalimat inti:
Aku tidak bereaksi untuk bertahan hidup, karena hidupku sudah aman di dalam Kristus.
🔑 Dasar rohani (identitas)
Aku bukan manusia yang mencari penerimaan.
Aku sudah diterima di dalam Kristus.
Karena itu, aku tidak perlu bereaksi cepat untuk membela diri.
➡️ Reaksi cepat biasanya lahir dari rasa terancam.
➡️ Injil menyatakan: tidak ada ancaman terhadap identitasku.
🧠 Pergeseran kesadaran (metanoia)
Bukan:
“Aku harus membuktikan diriku.”Melainkan:
“Aku beristirahat dalam siapa aku di dalam Kristus.”
➡️ Pause bukan teknik psikologi,
➡️ Pause adalah buah dari istirahat rohani.
🛑 Pause versi Injil (sangat praktis)
Saat dipicu emosi:
Diam sejenak
Sadari:
“Kristus adalah hidupku sekarang.”
Lalu respon dari kesadaran persatuan, bukan dari ego yang terluka.
🗣️ Kalimat latihan rohani (affirmation injili)
“Aku tidak terpisah dari Kristus saat ini.”
“Hidup Kristus mengekspresikan diri melalui responku.”
“Aku aman, maka aku bisa tenang.”
📖 Ayat penopang (dibaca sebagai kesadaran, bukan perintah)
Kolose 3:4
“Kristus adalah hidupmu.”Galatia 2:20
“Bukan lagi aku yang hidup…”
(bukan aku yang bereaksi dari luka lama)Roma 8:1
“Tidak ada penghukuman…”
(tidak perlu reaksi defensif)
🧩 Contoh nyata (inkarnasi Injil)
Dikritik:
➡️ “Identitasku tidak ditentukan oleh pendapat ini.”
Diserang secara verbal:
➡️ “Aku tidak kehilangan apa-apa di dalam Kristus.”
Disalahpahami:
➡️ “Aku memilih terang, bukan pembelaan diri.”
🔁 Pernyataan penutup (diulang setiap hari)
“Aku hidup dari Kristus, maka aku bebas dari reaksi otomatis.”