25 January, 2026

 30 Hari Grace Mindset Training menjadi SCRIPT KHOTBAH / PODCAST yang mengalir, tidak menggurui, dan membangun kesadaran, cocok untuk 25–30 menit (bisa dipersingkat jadi 15–20 menit).

Gaya: naratif, reflektif, pewahyuan kasih karunia (selaras Mirror / TPT tone).


🎙️ SCRIPT KHOTBAH / PODCAST

“Grace Mindset: Hidup dari Kesadaran di Dalam Kristus”


🔊 OPENING (3–4 menit)

“Sebagian besar orang Kristen tidak hidup lelah karena dosa,
tapi karena cara berpikir yang salah tentang dirinya sendiri.”

Kita sering:

  • Sudah diselamatkan ✔️

  • Sudah ditebus ✔️

  • Sudah diampuni ✔️
    tapi masih berpikir sebagai manusia lama.

Hari ini kita tidak bicara:
❌ bagaimana berusaha lebih keras
❌ bagaimana jadi Kristen yang lebih baik

Tapi:
bagaimana hidup dari kesadaran yang benar
karena hidup kita selalu mengikuti cara berpikir kita.

Injil bukan sekadar mengubah tujuan kita,
Injil mengubah sudut pandang kita.


🔑 POIN 1 — MASALAH UTAMA BUKAN PERILAKU, TAPI KESADARAN (7–8 menit)

Alkitab tidak berkata:

“Berubahlah supaya kamu selamat”

Tapi:

“Berubahlah dalam cara berpikirmu” (metanoia)

👉 Pertobatan = ganti lensa.

Banyak orang:

  • Hidup di dalam Kristus

  • Tapi berpikir seolah-olah terpisah dari Kristus

Akibatnya:

  • Berdoa dari rasa kurang

  • Melayani dari tekanan

  • Hidup dari rasa bersalah

Padahal Injil berkata:

“Kristus adalah hidupmu.”

Bukan:

  • Kristus + usahaku

  • Kristus + performaku

👉 Kristus, titik.

Kalimat kunci:

“Aku tidak hidup untuk menjadi sesuatu,
aku hidup dari siapa aku di dalam Kristus.”


🔑 POIN 2 — GRACE MINDSET: BERPIKIR DARI IDENTITAS, BUKAN MENUJU IDENTITAS (8–10 menit)

Inilah pergeseran besar:

❌ “Kalau aku setia, Allah berkenan”
✅ “Karena Allah berkenan, aku hidup setia”

❌ “Kalau aku berubah, Allah mengasihiku”
✅ “Karena aku dikasihi, aku mengalami perubahan”

Grace mindset berkata:

  • Aku diterima dulu

  • Baru aku bertumbuh

Kita bukan:

manusia lama yang sedang diperbaiki

Kita adalah:

ciptaan baru yang sedang menyadari siapa dirinya

📌 Masalah kita sering bukan kurang iman,
tapi lupa identitas.

Kalimat deklaratif (ajak jemaat/pendengar ikut):

“Aku di dalam Kristus.”
“Aku tidak terpisah.”
“Tidak ada penghukuman.”

Diam sejenak…
Biarkan kebenaran itu turun dari kepala ke kesadaran.


🔑 POIN 3 — LATIHAN KESEDARAN: HIDUP DARI DALAM KE LUAR (7–8 menit)

Grace mindset tidak otomatis,
ia dilatih secara sadar.

Bukan disiplin keras, tapi latihan mengingat.

🕊️ Pola sederhana (Grace Practice):

Sadari → Akui → Ganti

Saat pikiran muncul:

“Aku gagal.”
“Aku tidak cukup.”
“Aku mengecewakan Tuhan.”

Jangan dilawan.
Sadari dulu.

Lalu katakan:

“Ini bukan kebenaran Injil.”

Ganti dengan:

“Kristus adalah hidupku.”
“Aku tetap anak yang dikasihi.”

👉 Inilah sebabnya kita membuat Grace Mindset Training 30 hari
bukan untuk jadi rohani,
tapi untuk hidup sadar.


🌱 APLIKASI PRAKTIS (2–3 menit)

Ajak jemaat/pendengar lakukan ini setiap hari:

  • Pagi:

    “Hari ini aku hidup dari kesatuan dengan Kristus.”

  • Saat gagal:

    “Ini bukan identitasku.”

  • Malam:

    “Aku beristirahat, karena Yesus sudah menyelesaikan segalanya.”

📌 Hidup Kristen bukan tentang mengejar Allah,
tapi menyadari Allah yang tinggal di dalam kita.


🔥 PENUTUP 

“Mungkin hari ini kamu sadar:
bukan dosamu yang paling mengikat,
tapi cara berpikirmu tentang dirimu sendiri.”

Ini bukan panggilan:
❌ supaya kamu lebih berjanji
❌ supaya kamu lebih berusaha

Ini undangan:
✅ untuk beristirahat
✅ untuk percaya kembali

Diam sejenak.

“Yesus, aku memilih hidup dari siapa aku di dalam-Mu.”

Amin.



 30 Hari Grace Mindset Training — disusun ringkas, progresif, dan praktis, supaya pola pikir kita benar-benar dibentuk oleh kesadaran kasih karunia & identitas di dalam Kristus, bukan sekadar pengetahuan.

Pola harian (cukup 3–5 menit):
Baca → Ucapkan → Sadari → Istirahat


🗓️ 30 Hari Grace Mindset Training

🔹 HARI 1–5 | Fondasi Identitas

Hari 1Aku di dalam Kristus
👉 Aku tidak mencoba masuk; aku sudah berada di dalam-Nya.

Hari 2Diterima tanpa syarat
👉 Penerimaanku tidak naik-turun bersama performaku.

Hari 3Anak, bukan hamba
👉 Relasiku dengan Allah adalah keluarga, bukan kontrak.

Hari 4Tidak ada penghukuman
👉 Tuduhan bukan suara Injil.

Hari 5Kristus adalah hidupku
👉 Aku hidup dari Dia, bukan untuk Dia.


🔹 HARI 6–10 | Pembaruan Cara Berpikir

Hari 6Bertobat = berubah pikiran
👉 Aku berpikir ulang sesuai kebenaran Kristus.

Hari 7Bukan manusia lama diperbaiki
👉 Aku ciptaan baru.

Hari 8Berpikir dari salib
👉 Salib menutup cerita lamaku.

Hari 9Kebenaran membebaskan
👉 Aku mengenal kebenaran, bukan tuntutan.

Hari 10Pikiran tunduk pada Kristus
👉 Tidak semua pikiran layak dipercaya.


🔹 HARI 11–15 | Lepas dari Tekanan & Rasa Bersalah

Hari 11Aku aman
👉 Tidak ada ancaman dalam kasih.

Hari 12Beristirahat dalam anugerah
👉 Istirahat adalah ekspresi iman.

Hari 13Bersalah bukan jalan pertumbuhan
👉 Kasih karunia yang mengubahkan.

Hari 14Kegagalan bukan identitas
👉 Aku belajar tanpa kehilangan nilai.

Hari 15Damai memimpin
👉 Damai Kristus penuntunku.


🔹 HARI 16–20 | Hidup dari Kesatuan

Hari 16Satu Roh dengan Kristus
👉 Aku tidak terpisah.

Hari 17Berbuah karena bersatu
👉 Usaha bukan sumber hidup.

Hari 18Kesadaran Kristus
👉 Aku hidup sadar, bukan reaktif.

Hari 19Allah di dalam aku
👉 Kehadiran-Nya bukan jauh.

Hari 20Hidup dari dalam ke luar
👉 Identitas mendahului perilaku.


🔹 HARI 21–25 | Kasih Karunia dalam Realita Hidup

Hari 21Kasih karunia di pekerjaan
👉 Aku bekerja dari perkenanan, bukan tekanan.

Hari 22Kasih karunia di relasi
👉 Aku mengasihi tanpa takut ditolak.

Hari 23Kasih karunia saat konflik
👉 Aku merespons, bukan bereaksi.

Hari 24Kasih karunia atas diriku sendiri
👉 Aku berhenti menghakimi diri.

Hari 25Kasih karunia setiap hari
👉 Kristus hadir di hal biasa.


🔹 HARI 26–30 | Hidup Misioner secara Alami

Hari 26Terang tanpa usaha
👉 Terang memancar secara alami.

Hari 27Menjadi saksi dengan hidup
👉 Hidupku berbicara.

Hari 28Berbagi tanpa paksaan
👉 Injil dibagikan, bukan dipaksakan.

Hari 29Hidup berbuah jangka panjang
👉 Anugerah menumbuhkan konsistensi.

Hari 30Kristus segalanya
👉 Aku hidup, namun bukan lagi aku.


🕊️ Penutup Harian (boleh diulang tiap malam)

“Aku beristirahat dalam karya Kristus yang sempurna.”


✨ Catatan Penting

Ini bukan program disiplin rohani,
ini latihan kesadaran:
👉 mengingat apa yang sudah benar.



 Siap, kita lanjut ✨

Tetap sederhana, rohani, dan praktis, agar ini benar-benar melatih pola pikir dari kesadaran kasih karunia, bukan sekadar dibaca.


✝️ Melatih Pola Pikir dalam Kasih Karunia

(Lanjutan – Hidup dari Kesatuan dengan Kristus)

  1. Aku tidak terpisah dari Kristus.
    Apa yang Dia miliki, aku ikut di dalam-Nya.

  2. Aku berhenti hidup dari rasa kurang.
    Di dalam Kristus aku sudah penuh.

  3. Aku tidak dikendalikan oleh masa lalu.
    Salib telah memutus ceritaku yang lama.

  4. Aku belajar mendengar kebenaran, bukan suara tuduhan.
    Roh Kudus mengingatkanku akan siapa aku.

  5. Aku berani beristirahat di dalam anugerah.
    Istirahat bukan malas, tapi percaya.

  6. Aku tidak hidup dari rasa bersalah.
    Pertobatanku adalah perubahan cara berpikir.

  7. Aku melihat diriku sebagaimana Bapa melihatku.
    Di dalam Anak, aku berkenan.

  8. Aku tidak hidup untuk menyenangkan Allah.
    Aku hidup karena Allah sudah berkenan.

  9. Aku tidak terancam oleh kegagalan.
    Kasih karunia lebih besar dari kelemahanku.

  10. Aku hidup sadar, bukan tertekan.
    Kesadaran Kristus membebaskanku dari tuntutan.


🕊️ Latihan Kesadaran Harian (Grace Practice)

🔹 Pagi – Sebelum Beraktivitas (1 menit)

Ucapkan perlahan:

“Hari ini aku hidup dari kesatuan dengan Kristus.”
“Aku tidak sendirian.”
“Kasih-Nya menopang setiap langkahku.”

Diam 10–15 detik.
Sadari: Kristus ada di dalam kamu.


🔹 Saat Tertekan / Overthinking

Berhenti sejenak, lalu tanyakan:

  • Apa yang sedang aku percayai sekarang?

  • Apakah ini selaras dengan kasih karunia?

Ganti dengan pernyataan:

“Aku aman di dalam Kristus.”


🔹 Saat Gagal atau Salah

Jangan lari, jangan menghukum diri.
Ucapkan:

“Ini bukan identitasku.”
“Aku tetap anak yang dikasihi.”

Biarkan damai memimpin, bukan rasa bersalah.


🔹 Malam – Sebelum Tidur

Ucapkan:

“Aku beristirahat, karena Yesus sudah menyelesaikan segalanya.”

Lepaskan hari itu tanpa evaluasi menghakimi.


🔁 Pola Sederhana yang Bisa Diulang Setiap Hari

Sadari → Akui → Ganti

  1. Sadari pikiran yang muncul

  2. Akui: “Ini bukan kebenaran Injil”

  3. Ganti dengan kesadaran: “Aku di dalam Kristus”


✨ Kalimat Inti (Core Grace Statement)

“Aku tidak hidup untuk menjadi sesuatu;
aku hidup dari siapa aku di dalam Kristus.”



 Berikut kalimat-kalimat sederhana, aplikatif, dan mudah dipraktikkan untuk melatih pola pikir (mindset), khususnya selaras dengan kesadaran diri dan kasih karunia—tanpa bahasa berat:


🌱 Melatih Pola Pikir Sehari-hari

  1. Berhenti sejenak sebelum bereaksi.
    Tarik napas, aku memilih sadar sebelum merespons.

  2. Ubah pertanyaan, ubah hasil.
    ❌ “Kenapa aku selalu gagal?”
    ✅ “Apa yang bisa aku pelajari hari ini?”

  3. Fakta dulu, asumsi belakangan.
    Apa yang benar-benar terjadi, bukan yang aku bayangkan.

  4. Perasaan valid, tapi bukan penentu kebenaran.
    Aku boleh merasa, tapi aku tidak dikendalikan perasaan.

  5. Aku bertanggung jawab atas responsku.
    Orang lain memicu, aku yang memilih.

  6. Kesalahan bukan identitasku.
    Aku melakukan kesalahan, tapi aku bukan kesalahan.

  7. Fokus pada hal yang bisa aku kontrol.
    Pikiran, sikap, dan langkah hari ini.

  8. Proses lebih penting daripada sempurna.
    Aku bertumbuh, bukan tampil sempurna.

  9. Belajar mengganti narasi batin.
    ❌ “Aku tidak cukup.”
    ✅ “Aku sedang bertumbuh.”

  10. Sadari pikiran, jangan langsung percaya.
    Tidak semua yang kupikir adalah kebenaran.


🔁 Latihan singkat (1 menit)

  • Tanya diri:
    “Apa yang sedang kupikir?”
    “Apakah ini menolong atau membatasi?”

  • Jika membatasi → ganti dengan pikiran yang lebih sadar dan membangun.



GRACE MINDSET


POINT 1 (Versi Kasih Karunia)

Berhenti sejenak karena hidupku bersumber dari Kristus, bukan dari reaksiku

Kalimat inti:

Aku tidak bereaksi untuk bertahan hidup, karena hidupku sudah aman di dalam Kristus.


🔑 Dasar rohani (identitas)

  • Aku bukan manusia yang mencari penerimaan.

  • Aku sudah diterima di dalam Kristus.

  • Karena itu, aku tidak perlu bereaksi cepat untuk membela diri.

➡️ Reaksi cepat biasanya lahir dari rasa terancam.
➡️ Injil menyatakan: tidak ada ancaman terhadap identitasku.


🧠 Pergeseran kesadaran (metanoia)

  • Bukan:
    “Aku harus membuktikan diriku.”

  • Melainkan:
    “Aku beristirahat dalam siapa aku di dalam Kristus.”

➡️ Pause bukan teknik psikologi,
➡️ Pause adalah buah dari istirahat rohani.


🛑 Pause versi Injil (sangat praktis)

Saat dipicu emosi:

  1. Diam sejenak

  2. Sadari:

    “Kristus adalah hidupku sekarang.”

  3. Lalu respon dari kesadaran persatuan, bukan dari ego yang terluka.


🗣️ Kalimat latihan rohani (affirmation injili)

  • “Aku tidak terpisah dari Kristus saat ini.”

  • “Hidup Kristus mengekspresikan diri melalui responku.”

  • “Aku aman, maka aku bisa tenang.”


📖 Ayat penopang (dibaca sebagai kesadaran, bukan perintah)

  • Kolose 3:4
    “Kristus adalah hidupmu.”

  • Galatia 2:20
    “Bukan lagi aku yang hidup…”
    (bukan aku yang bereaksi dari luka lama)

  • Roma 8:1
    “Tidak ada penghukuman…”
    (tidak perlu reaksi defensif)


🧩 Contoh nyata (inkarnasi Injil)

Dikritik:
➡️ “Identitasku tidak ditentukan oleh pendapat ini.”

Diserang secara verbal:
➡️ “Aku tidak kehilangan apa-apa di dalam Kristus.”

Disalahpahami:
➡️ “Aku memilih terang, bukan pembelaan diri.”


🔁 Pernyataan penutup (diulang setiap hari)

“Aku hidup dari Kristus, maka aku bebas dari reaksi otomatis.”



grace mindset


Point 1 — Berhenti sejenak sebelum bereaksi

Kalimat inti:

Aku tidak hidup di mode otomatis. Aku memilih sadar sebelum merespons.


🔍 Apa maksudnya?

Kebanyakan masalah bukan karena apa yang terjadi,
tetapi karena kita langsung bereaksi tanpa sadar.

👉 Stimulus → pause → respon
(bukan stimulus → reaksi spontan)


🧠 Pola pikir lama vs baru

  • Lama:
    “Aku tersinggung, jadi aku marah.”

  • Baru:
    “Aku sadar aku tersinggung, tapi aku memilih respon yang sehat.”

➡️ Perasaan dikenali, bukan dituruti mentah-mentah.


🛑 Cara praktis melatih “pause” (sangat sederhana)

Latihan 3 detik:

  1. Diam (jangan bicara dulu)

  2. Tarik napas

  3. Tanya dalam hati:
    “Respon apa yang selaras dengan siapa aku?”


🗣️ Kalimat latihan batin (self-talk)

  • “Aku aman untuk berhenti sebentar.”

  • “Aku tidak harus menjawab sekarang.”

  • “Kesadaranku lebih kuat dari emosiku.”


📍 Contoh situasi nyata

Ditegur → biasanya membela diri
➡️ Pause“Aku dengar dulu.”

Disalahpahami → biasanya tersulut
➡️ Pause“Aku klarifikasi dengan tenang.”

Kecewa → biasanya diam dan memendam
➡️ Pause“Aku akui perasaanku tanpa menyakiti.”


🔁 Pengulangan sederhana (kunci pembentukan pola pikir)

Ulangi kalimat ini beberapa kali sehari:

“Aku boleh berhenti. Aku memilih respon, bukan reaksi.”



 Berikut kalimat-kalimat sederhana, aplikatif, dan mudah dipraktikkan untuk melatih pola pikir (mindset), khususnya selaras dengan kesadaran diri dan kasih karunia—tanpa bahasa berat:


🌱 Melatih Pola Pikir Sehari-hari

  1. Berhenti sejenak sebelum bereaksi.
    Tarik napas, aku memilih sadar sebelum merespons.

  2. Ubah pertanyaan, ubah hasil.
    ❌ “Kenapa aku selalu gagal?”
    ✅ “Apa yang bisa aku pelajari hari ini?”

  3. Fakta dulu, asumsi belakangan.
    Apa yang benar-benar terjadi, bukan yang aku bayangkan.

  4. Perasaan valid, tapi bukan penentu kebenaran.
    Aku boleh merasa, tapi aku tidak dikendalikan perasaan.

  5. Aku bertanggung jawab atas responsku.
    Orang lain memicu, aku yang memilih.

  6. Kesalahan bukan identitasku.
    Aku melakukan kesalahan, tapi aku bukan kesalahan.

  7. Fokus pada hal yang bisa aku kontrol.
    Pikiran, sikap, dan langkah hari ini.

  8. Proses lebih penting daripada sempurna.
    Aku bertumbuh, bukan tampil sempurna.

  9. Belajar mengganti narasi batin.
    ❌ “Aku tidak cukup.”
    ✅ “Aku sedang bertumbuh.”

  10. Sadari pikiran, jangan langsung percaya.
    Tidak semua yang kupikir adalah kebenaran.


🔁 Latihan singkat (1 menit)

  • Tanya diri:
    “Apa yang sedang kupikir?”
    “Apakah ini menolong atau membatasi?”

  • Jika membatasi → ganti dengan pikiran yang lebih sadar dan membangun.



Jl. Punai 1 Blok G1 No 19 Balikpapan

27 May, 2019

Apakah kita sudah diampuni?

APAKAH KITA SUDAH DIAMPUNI SEPENUHNYA?

Inilah yang Alkitab katakan....

SEBELUM SALIB (Jawabnya: BELUM!) 

* Kel 23:21, 32:31-35 
* Im 4-6, 19:20-22 
* Bil 15:22-28 
* Ul 29:18-20 
* 2 Taw 6:19-39, 7:14 
* Mat 6:12,14, 18:35 
* Mrk 11:25-26 

SETELAH SALIB (Jawabnya: SUDAH!)

* Kis 13:38, 26:18
* Roma 4:7
* 2 Kor 5:18-19
* Ef 1:7
* Kol 1:14, 2:13
* Ibr 9:12,26, 10:10-12
* 1 Yoh 2:12

Sebelum salib Kristus, pengampunan Allah itu tergantung pada kinerja Anda (pertobatan Anda, pengakuan Anda, dan pengampunan Anda kepada orang lain). Tapi sekarang Anda sudah ditebus, sudah diperdamaikan, sudah dibersihkan dan sudah didekatkan [kepada Allah] oleh darah Anak Domba!

"melalui Yesus ini berita tentang pengampunan dosa diberitakan kepadamu." (Kisah 13:38)

God is Love

There is no fear/guilt/pressure/compulsion from God. 
He never tells you to "do/be" anything because He loves you the way you are !!
He loves you no matter who/what you are,
no matter what/why you've done/doing anything!
LOVE keeps no record of our deeds.
LOVE does not remember sins.
God is LOVE. 
He is not the judge who measures faith/works/prayer/etc....
He loves us because He is love. 
It has nothing to do with our efforts.
Daddy God accepts us in all our human flaws because He created us that way. He did not create us as humans and then turn around and judge us for being imperfect !!
Why can't people see this ?? 
A perfect God will never judge imperfect human beings!
He sees us as flawless because we are in Christ and He is flawless.
Jesus is our perfection and righteousness. 
God became a man through Jesus so that He could take away our sins and make us righteous forever!
There is no pressure on us because Daddy God did everything for us in Jesus' finished work 
- this is how much He truly loves us.

24 May, 2019

Iman

Title:  Faith    Note:  THE HAPPY ENDING     We all love a happy ending in the movies that we watch and books that we read. But in the case of religion, we see that there's a big difference: it's heaven vs hell. It portrays a horrible ending when God supposedly sends many people to hell forever if they don't believe in Jesus.    But I want to tell you that the good news – there is a happy ending in Daddy God's love. Thanks to the finished work of Jesus Christ, all of humanity will go to heaven.    The question that arises is – Will those who reject Christ go to heaven? Will criminals go to heaven?    But we need to clarify two major ideas here:    1) Jesus is greater than Adam:    Religion tells us that we are sinners because of Adam's sin that condemned all of humanity. But did you and I have any choice in Adam's actions? Did Adam ask us permission to do that? In the same way I want to tell you that Jesus Christ's finished work has made all of humanity righteous without our choice or permission.    Romans 5 "18 Consequently, just as one trespass resulted in condemnation for all people, so also one righteous act resulted in justification and life for all people. 19 For just as through the disobedience of the one man the many were made sinners, so also through the obedience of the one man the many will be made righteous."    1st Corinthians 15 " 21 For since death came through a man, the resurrection of the dead comes also through a man. 22 For as in Adam all die, so in Christ all will be made alive……45 So it is written: "The first man Adam became a living being"; the last Adam, a life-giving spirit."    When God created Adam, he was not perfect or immortal. He was made in flesh and blood and was imperfect and could not live forever. That's why God gave Adam access to the free gift of the tree of life so that he could live forever. But Adam's sin was to condemn himself by knowing good and evil – which was the foreshadow of the law (Romans 7, Genesis 3). When Adam ate from the tree of the law, he knew his own imperfections/nakedness and was barred from eating from the tree of life. He was condemned with spiritual death.    But now Jesus Christ came as the last Adam as a life-giving Spirit. Just as Adam's sin condemned all of humanity, Christ's finished work has made all of us righteous. Jesus was the last Adam and He perfectly fulfilled the law so that the tree of life is now available to all people (Revelation 22).    Christ's work is far more powerful than Adam because Jesus was not a mere mortal like Adam but Jesus Christ is God almighty who appeared in the flesh. How can a mere mortal's actions be greater than God's perfect love? It's impossible and that's why I believe that Jesus has done the work to take all people to heaven.    2) The Biblical faith does not exist today:    The common belief is that unbelievers and criminals will not go to heaven.    But this is because most people think that their faith and devotion to Christ will take them to heaven.    I will demonstrate to you that NOBODY believes or follows Christ today. The Biblical faith in Christ was not simply about "believing" but it was about obeying. James said that "Faith without works is dead". He was not talking about the works of baptism, confession or some charity works. He was talking about fulfilling the law. Jesus came to fulfill the law and He demanded the same perfect obedience of the law. The true Biblical faith meant that they kept the law just as Jesus demanded in Matthew 5-7. Jesus commanded that they had to be perfect in heart, word & deed just like God, otherwise they would not enter the kingdom. (Matthew 5:1-48)    Matthew 5 "20 For I tell you that unless your righteousness surpasses that of the Pharisees and the teachers of the law, you will certainly not enter the kingdom of heaven………Be perfect, therefore, as your heavenly Father is perfect."    Jesus commanded that they could only enter the kingdom if they loved God and hated money by selling all their possessions and giving to the poor. (Luke 12, Luke 18). They had to be perfect because the law demanded perfection. Without faith in Christ they were unable to keep the law. But by faith in Christ, they received the power of the Holy Spirit to perfectly keep the law and become exactly like Jesus (2nd Corinthians 3, Romans 8).    If we look at the faith today, it is clear that nobody has the same faith of the Bible. Nobody sells their possessions and nobody can keep the law perfectly. Nobody is perfect like Jesus as He demanded. Religion uses the escape clause of confession of sins to avoid that demand. We also say that "we are not perfect but forgiven". But we ignore that Jesus demanded perfection because the law was still in effect until the 2nd coming!    Why do we also look at criminals? We are no better than anyone. According to Romans 3, the law condemned all of humanity because nobody was perfect. The only to way to fulfill the law was by faith in Christ that enabled the people to overcome sin and become perfect like Jesus (Romans 13). That was the only way to be saved. It was not about simply believing in Jesus and being a good person by repenting of a few sins. The Biblical faith demanded PERFECTION because the law was required to be fulfilled by the followers of Christ.    So then if we compare ourselves to the Biblical standard of faith, then the bad news is that ALL of humanity will miss out on heaven. Nobody deserves to go there and nobody is able to follow Jesus. That's the only logical conclusion of the Bible. We cannot say that a Christian today has the faith to go to heaven when he/she does not meet the Biblical standard of faith. Therefore the only conclusion is that ALL people (unbelievers, non-Christians, criminals, atheists, good and bad people) will miss out on heaven.    So then what hope do we have? The truth is that 2nd coming and judgment day ended in 70AD. That is when Jesus removed the law.    Romans 4 " because the law brings wrath. And where there is no law there is no transgression."    Hebrews 8 "13 By calling this covenant "new," he has made the first one obsolete; and what is obsolete and outdated will soon disappear."    Hebrews 10 "Then he said, "Here I am, I have come to do your will." He sets aside the first to establish the second. 10 And by that will, we have been made holy through the sacrifice of the body of Jesus Christ once for all……."This is the covenant I will make with them after that time… "Their sins and lawless acts I will remember no more."    Romans 11 " "The deliverer will come from Zion; he will turn godlessness away from Jacob. 27 And this is my covenant with them when I take away their sins."….. For God has bound everyone over to disobedience so that he may have mercy on them ALL."    Jesus took away the sins of the world in His 2nd coming in 70AD. How did He do that? By destroying the old covenant (law) that condemned all of humanity. This way He had mercy on ALL.  God does not remember man's sins anymore. He made ALL of humanity righteous in Christ. It's already finished and there's nothing anyone can do to stop it. Today we are called to believe that Jesus has already made us righteous. Eventually everyone will accept this truth even after death. When people die then they will see that their works and faith were not good enough to save them but only Jesus saved them. They will see Jesus with their own eyes and believe. It will be just like when Thomas saw Jesus with his own eyes and finally believed saying "My Lord and My God". Every knee will bow and every tongue will confess Jesus as LORD and GOD.    Jesus has won the victory for all of humanity. All people are going to heaven.    Happy Endings do exist thanks to Daddy God's love in Christ Jesus for ALL !

23 October, 2018

Batam

Salah satu jembatan di Batam, saat menghadiri Grace conference ..

Foto dari Shelbywin

Bersama pak Sugi, bro Cun, bro Archi, bro Pondi

20 October, 2018

02 October, 2018

Lahir baru

Header:
Lahir baru

Note:
Ada pembicaraan antara Yesus dan Nicodemus yang mencetuskan suatu istilah lahir baru, dan istilah ini banyak disalah artikan dari arti yg sesungguhnya.

Ini percakapannya :

Yesus : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak di lahirkan kembali,ia tidak dpt melihat kerajaan Allah.

Nicodemus : "Bagaimana mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke rahim ibunya dan dilahirkan lagi?

Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk kedalam kerajaan Allah.

Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Yohanes 3:3-6.

Percakapan ini tidak ada kaitannya dengan baptisan air. Yesus sedang berbicara tentang dua kelahiran yang diperlukan untuk masuk kedalam kerajaan Allah.
Yang pertama adalah kelahiran natural, artinya seorang dilahirkan sebagai seorang bayi dari ibu manusia.
Yang kedua adalah kelahiran rohani.

Kelahiran natural digambarkan dengan dua cara : dilahirkan dari air"  dan "apa yang dilahirkan dari daging adalah daging".
Kelahiran rohani juga digambarkan dengan dua cara :  "dilahirkan dari Roh" dan "apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh".

Ada yang berpendapat bahwa tidak ada keselamatan tanpa melalui baptisan. Itu jauh dari kebenaran.

Yesus sedang berkata bahwa seorang bayi dikandung secara natural dalam air didalam rahim ibunya. Pada saat ulang tahun 0 ia dilahirkan dari air. Setelah menaruh imannya didalam Yesus Kristus, ia benar benar lahir kedua kalinya secara rohani. Allah memberi kepadanya sebuah roh yang baru, dan Roh Allah datang dan tinggal didalam dia.

Pendapat yg berkata bahwa seseorang harus dimasukan ke dalam air untuk memperoleh kelahiran baru tidak didukung oleh konteks ayat ini.

Masa lalu

Header:
Masa lalu

Note:
KABAR BAIK...
JANGAN BIARKAN MASA LALU ANDA MERAMPAS ANDA.

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan:
aku MELUPAKAN apa yang telah di BELAKANGKU dan MENGARAHKAN diri kepada apa yang di HADAPANKU, dan berlari-lari kepada TUJUAN untuk memperoleh hadiah, yaitu PANGGILAN SORGAWI DARI BAPA DALAM KRISTUS YESUS (Fil 3:13-14).

Apakah Anda sedang menjalani kehidupan dengan penyesalan sambil berpikir,
"Jika saja...."?
"Jika saja aku memiliki pendidikan tinggi itu...
Jika saja aku menikahi wanita yang tepat...
Jika saja aku mengambil tawaran pekerjaan lain itu...
Jika saja aku tidak membuat keputusan yang bodoh..."

Apakah masa lalu Anda sedang merampas SUKACITA Anda hari ini?
Jika demikian LUPAKAN masa lalu Anda!
Anda mungkin berkata,
"Tapi Pak, Anda tidak tahu apa yang telah saya lakukan di masa lalu!"

Bayangkanlah Paulus.
Jika iblis memiliki apapun untuk menentang Paulus, itu adalah ingatan tentang bagaimana ia telah menganiaya gereja mula-mula dan menyebabkan  kematian banyak orang, termasuk Stefanus martir pertama.

Paulus telah melakukan banyak hal yang buruk sehingga sulit baginya untuk melupakan itu.
Tetapi ia memperoleh PEWAHYUAN tentang PENGAMPUNAN Tuhan yang dahsyat sehingga ia dapat berkata,
"Aku MELUPAKAN apa yang telah di belakangku...
dan berlari-lari kepada TUJUAN untuk memperoleh hadiah, yaitu PANGGILAN SORGAWI DARI BAPA DALAM KRISTUS YESUS".

Saudaraku yang terkasih, TUHAN TELAH MENGAMPUNI Anda dari SEMUA DOSA Anda.
Ia TELAH MENGAMPUNI Anda sepenuhnya dengan menyatakan,
"dan AKU TIDAK LAGI MENGINGAT DOSA-DOSA dan KESALAHAN mereka." (Ibr 10:17).

Seperti Paulus, Anda dapat MELUPAKAN masa lalu Anda, kesalahan-kesalahan yang Anda telah lakukan dan rasa sakit yang telah Anda timbulkan dalam diri orang lain atau yang telah Anda alami sendiri.
Tuhan dapat mengambil airmata kemarin dan mengubahnya menjadi mukjizat-mukjizat hari esok.
Ia dapat memulihkan kepada Anda kelimpahan yang hilang dari Anda.
Ia dapat menyebabkan semua hal, bahkan peristiwa-peristiwa yang paling menyakitkan dari masa lalu Anda, bekerja bersama untuk mendatangkan KEBAIKAN bagi Anda (Rom 8:28).

Firman Tuhan berkata,
"... dan KEMULIAAN TUHAN barisan belakangmu" (Yes 58:8).
KEMULIAAN-NYA akan menutupi masa lalu Anda.
Kemanapun Anda pergi, KEMULIAAN-NYA akan menutupi masa lalu Anda.
Itu bukan lagi masa lalu yang sama yang Anda kenal, karena KEMULIAAN-NYA telah turun atasnya.
Masa lalu Anda telah lewat.
Masa lalu Anda telah dihapuskan.
Masa lalu Anda telah hilang!
Jadi, jangan biarkan masa lalu Anda merampas SUKACITA Anda hari ini!

Renungan:
Karena KEMULIAAN TUHAN menutupi masa lalu Anda, Anda tidak perlu membiarkan masa lalu Anda merampas SUKACITA Anda hari ini!

GRACE TO YOU.
JKB Jaringan Kabar Baik +6287821969633.
(Source by Joseph Prince, Revised by Sugiono Sutedjo).

Be Holy For I Am Holy In Context (1 Peter 1:15-16)

By : Brad Robertson


Note:
Be Holy For I Am Holy In Context (1 Peter 1:15-16)

So often, when I teach on grace, legalists pridefully ask me this question:

"Doesn't the Bible say that we should be holy for God is holy?"

I always respond "Yes, that is what the Bible says."

Then I ask them, "Do you know where this verse is in the Bible and what the context is?"

I have never had one of these legalists know the context of this verse.

They may know where this verse is in the Bible, but they never know the context.

This verse is found in 1 Peter 1:15-16.

"But just as he who called you is holy, so be holy in all you do; for it is written: "Be holy, because I am holy.'"

The context of these verses is all about God's grace.

1 Peter 1:10-12 says:

"Concerning this salvation, the prophets, who spoke of the GRACE that was to come to you, searched intently and with the greatest care, trying to find out the time and circumstances to which the Spirit of Christ in them was pointing when he predicted the sufferings of the Messiah and the glories that would follow. It was revealed to them that they were not serving themselves but you, when they spoke of the things that have now been told you by those who have preached the gospel to you by the Holy Spirit sent from heaven. Even angels long to look into these things. Therefore, with minds that are alert and fully sober, set your hope on the GRACE to be brought to you when Jesus Christ is revealed at his coming."

The context is grace!

The grace Peter refers to in 1 Peter chapter one is about the salvation spoken of by the prophets in the Old Testament when the Spirit of Jesus in them told of his coming into the world as the Messiah, or King, to establish his kingdom of love, joy, peace, healing, and wholeness.

In this kingdom, the world will no longer live in chaos, being hurt by and hurting one another.

In this kingdom, there will be no more death, deformity, or disease.

There will be no hunger.

There will be no more terrorism or wars.

In this kingdom, the people of the world will live in love. 

Peace will flow all over the world.

Peter writes that the prophets spoke of the sufferings of the Messiah, this coming King, before the glories of his kingdom would be realized.

The sufferings of the King refer to his death.

The prophets searched intently to know more about God's grace to come and when the King would usher in this kingdom of grace.

What we learn from the Old Testament prophets is a Messiah, a King, was coming into the world.

He would wear a crown as King, bringing peace all over the world.

He would bear a cross as Savior, bringing peace to the hearts of people.

The prophets, looking ahead at the grace to come, did not understand all that we do.

They knew the Messiah would die, according to Isaiah 53, and rise from the dead, according to Psalm 16:10.

But they did not understand, as we do, that his death would come through the cross.

Peter even says the angels long to look into "these things", meaning the grace of God coming into the world through the Messiah and flowing throughout the entire world.

Peter, in 1 Peter 1:3-5, delightfully celebrates this coming kingdom of grace and our eternal enjoyment of it.

In 6-9, he speaks of the difficulties we will have to go through on this earth before Jesus comes as King and establishes his kingdom.

Yet, he writes, these difficulties on earth will refine our faith, a faith that is of greater worth than gold.

Peter says we are filled with inexpressible and glorious joy as we await by faith this coming kingdom.

Peter, in joyful anticipation of this King who is coming to establish his kingdom of grace, writes in verse 13 for us to have sober minds, meaning minds that are not intoxicated with Satanic and worldly lies about how to live, but minds that think soundly and morally.

He writes for believers not to conform to the evil desires of the world, which they had before being told about the King of grace and his coming kingdom of grace, but to live holy lives, meaning a lives of moral purity and love in context, on earth as we await this coming King and kingdom.

So we see in 1 Peter 1:3-16 that the motivation for living a holy life comes from the inspiration of grace.

Self-righteous legalists, who are so afraid someone might use grace as a license to sin, never bother to teach about God's grace when telling others to be holy for God is holy.

It never occurs to them that grace is the inspiration for living a holy life.

Instead, taking verses out context, as exemplified by their constant prideful quotation of the verse "Be holy as I am holy", they seek to intimidate people by fear to live a holy life, rather than inspire them by grace.

Dusta setan

Header:
Satan

Note:

Setan adalah ahlinya dusta

Setan tidak akan berkata kepada kita bahwa Tuhan itu jahat dan tidak baik,, tidak demikian.

Jika itu dustanya maka dengan cepat kita akan tahu bahwa itu tidak benar.

Setan akan berkata bahwa Tuhan itu baik dan juga bisa jahat. Tuhan akan memberkati mu hari ini dan besok Dia bisa membawa anda ke dalam masalah.

Dusta seperti ini akan dengan mudah dipercaya, dan banyak orang mempercayainya.

Mereka percaya bahwa Tuhan itu bisa berbuat baik dan juga berbuat jahat kepada mereka.

Yesusku adalah Yesus yang baik, sangat baik dan teramat baik.

Why was Jesus nice but the Old Testament God angry?"

Header:
Angry God

Note:
Someone asked me the question:
"Why was Jesus nice but the Old Testament God angry?"

My answer:
"Jesus and God are the same - Father and Son are of one heart. It's not as if Jesus was trying to pacify an angry Father.

So then why was God angry in the Old Testament?
It's because the law brings wrath and a curse for those who cannot obey it.
(Romans 4, Galatians 3)

Why did God put man under the law?
It's because man wanted to become perfect and righteous like God by doing good and avoiding evil.
Man did not accept that God simply loved him the way he was but man attempted to gain God's blessing through perfect conduct.
This was the fall of Adam.
When the written law came to Israel....3000 died on the day they received the 10 commandments....

God never wanted man to be under the law and it's wrath.
God's nature is LOVE and not wrath.
But man wanted the law and it's justice....and could never be saved from it's judgment

So then God became a man - in the form of Jesus and He fulfilled the law perfectly...and then He took the punishment of the law on the behalf mankind on the cross.

The law remained from the Cross till the Judgment day.

That is why you see the judgment of Ananias/Sapphira. It's because the Church was under the law.

Then in the 2nd coming in 70aD was the judgment day for those who refused to believe in Christ but held on to the law. They faced the self-appointed wrath that they deserved from the law.

At that time God made a new covenant to never remember sin any more....there is no more judgment.
It's because the law ended in the destruction of Jerusalem and it's Temple in 70AD.

Romans 4 - there is no wrath where there is no law !

The true nature of God has been revealed to humanity AFTER the judgment day - LOVE that does not keep record of wrongs -

"I will remember their sin no more" - Heb 10:17
This is the NEW COVENANT...The old has passed away !"

There is no more judgment - that's why you don't see anyone falling dead in the churches like Ananias/Sapphira today.

God loves everyone unconditionally !"

12 March, 2018

INGIN MEMAHAMI TRADISI PERNIKAHAN YAHUDI ?

INGIN MEMAHAMI TRADISI PERNIKAHAN YAHUDI ?

Pada masyarakat Yahudi pernikahan adalah sesuatu yang sakral, demikianlah yang dipercayai Judaism. Dalam bahasa Ibrani istilah pernikahan disebut “kiddushin” yang berarti “penyucian”. Hukum dan adat pernikahan seperti pesta pernikahan (Chatunah) dan persiapannya, dan juga persiapan makanannya (Seudat Mitzvah) bersumber dari Taurat Musa yang diberikan di gunung Sinai.

Ada dua peristiwa besar dalam sebuah pernikahan, yang pertama adalah pertunangan dan yang kedua adalah pesta pernikahan.

Pertunangan
Pertunangan melibatkan adanya suatu perjanjian pernikahan. Perjanjian ini melibatkan dua keluarga (Kejadian 24, Kidung Agung 8:8, Hakim-hakim 14:2-7). Calon pengantin lelaki akan mendatangi rumah calon isterinya untuk melakukan perjanjian. Namun pada kasus khusus pengantin lelaki bisa diwakili oleh pegawainya (contohnya kasus Ishak) atau bersama anggota keluarga lainnya (orang tua, sanak saudara: kasus Simson). Perjanjian yang dilakukan ini mengikat, tidak seperti pengertian pertunangan yang dianut masyarakat modern sekarang ini.

Kata pertunangan dalam bahasa Inggris “to betroth” (Ibrani) yang mendasari kata “betrothal” atau , berarti perjanjian nikah sekalipun proses pernikahan itu belum selesai dengan diadakannya perjanjian nikah. Beberapa kejadian di Alkitab merujuk wanita yang telah mengadakan perjanjian ini telah dianggap bersuami (berstatus sebagai istri). 2 Samuel 3:14 -> my wife whom I have betrothed” (“erasti”) NIV. Mikhal menjadi istri Daud saat itu masih dalam pertunangan. Ulangan 22:23,24 -> orang yang tidur dengan wanita yang berstatus ‘bertunangan’ dianggap tidur dengan istri orang lain.
Perjanjian nikah ini melibatkan negosiasi harga yang harus dibayarkan oleh calon pengantin pria untuk ‘membeli’ istrinya (SUDAHKAH ANDA DIBAYAR LUNAS OLEH YESUS?). Setelah disepakati dan harga yang diminta dibayarkan maka secara resmi perjanjian nikah telah selesai, maka keduanya, pengantin pria ‘ing: groom; ibrani: chatan’ dan pengantin wanita ‘ing: bride; ibrani: Kallah’ telah resmi sebagai suami istri.

Semenjak perjanjian nikah tersebut mempelai wanita dikhususkan sebagai milik suaminya dan sebagai simbol dari terjadinya perjanjian tersebut kedua mempelai akan meminum anggur dari cawan yang sama dimana merupakan ungkapan syukur dari peristiwa tersebut (PERJAMUAN).
Setelah perjanjian nikah dilaksanakan mempelai pria akan kembali ke rumah ayahnya. Ia diharuskan menunggu selama 12 bulan lamanya sebelum ia dapat bertemu kembali dengan calon istrinya. Yaitu sampai ada boyongan (“nissu’in,” “liḳḳuḥin”) mempelai wanita ke rumahnya dan diadakanlah pesta perkawinan.

Selama masa penantian tersebut mempelai wanita akan mempersiapkan diri untuk hidup dalam rumah tangga (BERJAGA-JAGA) sementara mempelai pria akan mempersiapkan tempat di rumah ayahnya bagi kedatangan istrinya tersebut.

Pada waktu boyongan itu mempelai pria dan keluarganya akan menjemput mempelai wanita. Namun kedatangan dari mempelai pria tersebut tidak diketahui waktunya secara persis. Biasanya dilakukan pada waktu malam hari. Mempelai pria akan diiringi oleh orang-orang yang dipilih sebagai orang-orang yang terbaik. Mereka akan membawa obor sebagai penerang jalan.

Sekalipun mempelai wanita mengetahui hari itu adalah hari kedatangan mempelai pria, sang mempelai wanita dan keluarganya tidak tahu TEPATNYA JAM BERAPA kedatangan mempelai prianya. (Mat 24:36 But of that day / ημερα hemera and HOUR knoweth no man, no, not the angels of heaven, but my Father only. --- maksudnya sebenarnya bukan the day .. melainkan saat "tepatnya dan jamnya yang tidak tahu).

Oleh karena itu para pengiring mempelai pria akan berteriak-teriak apabila telah mendekati rumah mempelai wanita (SANGKAKALA?, ... INGAT JUGA KAPAN ITU TAHUN YOBEL YG MENGAPA SANGKAKALA PAKAI TANDUK KAMBING JANTAN ?).

Suara teriakan ini menjadi tanda bagi mempelai wanita bahwa calon suaminya telah datang.
Setelah rombongan mempelai pria sampai dan bertemu dengan rombongan mempelai wanita yang telah bersiap-siap pergi. Mereka akan pergi bersama-sama ke rumah mempelai pria, tempat di mana pesta pernikahan akan diadakan.

Di rumah mempelai pria, pesta pernikahan telah dipersiapkan dan para tamu telah sampai dan bersiap-siap menyambut kedatangan mempelai berdua.

Segera setelah mereka sampai, para pengiring akan mengantarkan keduanya ke dalam kamar pengantin (huppah). Sampai saat ini mempelai wanita masih berkerudung menutupi mukanya sehingga tidak ada yang dapat melihat wajahnya. Demikianlah caranya Yakub tertipu ketika menikahi Lea, padahal ia dijanjikan akan dinikahkan dengan Rahel (Kejadian 29:23-25).

Para pengiring akan berada di luar sementara kedua mempelai memasuki kamar pengantin. Di sinilah untuk pertama kalinya keduanya akan berhubungan badan sebagai suami istri. Menggenapi perjanjian nikah yang telah diadakan setahun sebelumnya. Sesudah itu mempelai pria akan keluar dari kamar pengantin dan mengumumkan kepada para pengiring yang telah menunggu di luar (Yohanes 3:29) bahwa pernikahan telah berlangsung. Mereka akan meneruskan berita tersebut kepada para tamu yang telah menunggu di luar. Para tamu akan berpesta selama tujuh hari.

Selama tujuh hari pesta tersebut mempelai wanita akan terus berada di dalam kamar pengantin dan tidak boleh bertemu dengan orang lain. Pada hari ketujuh mempelai pria akan memperlihatkan istrinya kepada orang banyak dengan menanggalkan kerudung yang selama ini dipakainya.

Dan ini semua bagaikan jg : ”a thief in the night.” .. bkn berarti Yesus itu pencuri dll ... krn memang demikianlah "idioms" atau GAYA BAHASA dlm tradisi pernikahan ala Yahudi.


COBA PELAJARI ARTIKEL IDIOM PERKAWINAN ALA YAHUDI
http://www.biblestudymanuals.net/jewish_marriage_customs.htm

1 januari 2008 Pamela naik bendi di Calaca Manado




Borobudur 3 oktober 2008

Masih culun... 

photo israel



Bukit Tengkorak atau Golgota,tempat Tuhan Yesus di salibkan.Berada satu komplek dengan Garden Tomb,komplek kubur Yesus.





Pohon Sakheus,di pohon ini Sakheus memanjat untuk melihat Yesus.


With Ps Laurens


Siapakah I AM WHO I AM atau YHWH ?

Siapakah I AM WHO I AM atau YHWH ?

(Paul Maxim)

Kel 3:14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

(ESV) God said to Moses, “I AM WHO I AM.” {Or I AM WHAT I AM, or I WILL BE WHAT I WILL BE} And he said, “Say this to the people of Israel, ‘I AM has sent me to you.’”
------------------------------------------------
YHWH tulisan awalnya ala "gambar simbol2" ala pictograph, lalu berubah bertahap jadi tetragrammaton ala tulisan Hebrew Modern.
Tafsiran resminya menjadi: I AM WHO I AM atau I AM THAT I AM, dll, ... padahal aslinya cuma simbol gambar sbb:

ORANG - PAKU - ORANG - TANGAN

Nah silahkan artikan sendiri karena banyak sekali kemungkinannya.
Dapat di tafsir jadi: Orang lagi bawa paku pakai tangan, atau lihat orang paku dan tangan paku, atau orang memegang paku ditangannya, dll, dll.
-------------------------------------------------
Jadi kalo ada orang ngotot nama ala: Yahweh atau Yahwuh atau Yahwih , dll ... Artinya tidak mengerti sejarah aslinya itu tulisan.
Tinggal silahkan masing-masing tafsirkan sendiri gambar asli tersebut, bagi saya: yang saya pahami semua akan mengacu kepada Kristus Yesus, .. Tuhan penyelamat yg diurapi , Mesias, YHWH Penyelamat.

Nama diatas segala Nama cuma ada satu.

Note:
Dari pd ributin sebutan nama YHWH dll .. lebih baik kenali siapakah itu yg dimaksud dan telah di nubuatkan ribuan tahun sebelumnya... ??. 

Btw: Tulisan ala pictograph ini mirip juga dengan karakter tulisan cina kuno.


SEBALIKNYA, BIARKANLAH TUHAN MENGASIHI ANDA

SEBALIKNYA, BIARKANLAH TUHAN MENGASIHI ANDA.

Inilah KASIH itu:
BUKAN kita yang telah mengasihi TUHAN, tetapi TUHAN YANG TELAH MENGASIHI kita dan yang TELAH MENGUTUS ANAK-NYA sebagai PENDAMAIAN bagi dosa-dosa kita (1Yoh 4:10).

“Anda harus LEBIH lagi MENGASIHI TUHAN!
Anda harus memiliki kerinduan LEBIH besar kepada TUHAN!”
Anda mungkin telah mendengar khotbah semacam ini dan mungkin telah mencoba sekuat tenaga untuk MENGASIHI TUHAN, tetapi GAGAL secara menyedihkan.

Namun apakah definisi sesungguhnya dari KASIH?
Biarkanlah Alkitab menjelaskannya untuk kita:
“..inilah KASIH itu:
BUKAN kita yang telah mengasihi TUHAN, tetapi TUHAN YANG TELAH MENGASIHI kita.”

Ya, ini BUKAN tentang KASIH kita untuk-Nya, melainkan KASIH-NYA UNTUK KITA!
“Pak, Alkitab berkata bahwa Anda harus mengasihi TUHAN dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan Anda!”
Ya, itu memang benar menurut hukum Taurat (Ula 6:5) dan bahkan YESUS mengajarkannya sebagai hukum yang terutama saat Ia hidup di bumi (Mat 22:37).
Tetapi itu SEBELUM YESUS mati di kayu salib.
Di kayu salib, YESUS menjadi PENGGENAPAN hukum ini untuk kita saat Ia mengasihi kita dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan-Nya, dengan menyerahkan tubuh dan nyawa-Nya di kayu salib UNTUK KITA.

Hari ini kita TIDAK LAGI hidup di bawah hukum Taurat melainkan di bawah KASIH KARUNIA.
Dan KASIH KARUNIA memberitahukan kita bahwa TUHAN MENGASIHI kita, BUKAN kita yang mengasihi TUHAN.
Namun, kita akan mengasihi-Nya, saat kita menerima seberapa BESAR Ia MENGASIHI kita.
Alkitab mengatakan bahwa ketika kita MASIH BERDOSA, YESUS TELAH MATI UNTUK KITA! (Rom 5:8).
Sebesar itulah Ia MENGASIHI kita!

Saudara yang terkasih, TUHAN telah melihat Anda berusaha semampunya untuk mengasihi-Nya.
Dan karena IA MENGASIHI Anda, IA ingin Anda duduk dan bersikap tenang, dan sebaliknya, membiarkan IA MENGASIHI Anda.
IA ingin MENGASIHI Anda dengan SEGALA KEBERADAAN-NYA dan SEGALA SESUATU YANG IA MILIKI.

YESUS MENGASIHI Anda TANPA SYARAT terlepas dari SIAPA Anda sebenarnya atau APA yang telah Anda LAKUKAN karena KASIH-NYA TIDAK TERGANTUNG pada Anda tetapi pada DIRI-NYA SENDIRI.
YESUS TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI MENGASIHI Anda.
Jadi, biarkanlah YESUS MENGASIHI Anda hari ini.

Jangan khawatir tentang mengasihi-Nya.
Semakin besar KASIH-NYA yang Anda TERIMA, semakin BESAR Anda JATUH CINTA KEPADA-NYA!

Renungan:
TUHAN NENGASIHI Anda dengan SEGALA KEBERADAAN-NYA dan SEGALA SESUATU yang Ia MILIKI.

GRACE TO YOU.

Anda Sudah Menang Di Dalam Kristus Yesus

Anda Sudah Menang Di Dalam Kristus Yesus

❣❣❣❣
✝ Roma 8:37
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Firman Kristus Yesus mengatakan bahwa kita lebih dari sekedar pemenang melalui Kristus, kita sudah menang. *Kita tidak akan menjadi, kita sudah ada.

Kita mungkin mengalami beberapa kegagalan atau kemunduran dalam hidup saat ini, tapi hanya kebaikan yang akan keluar dari situasi kita karena Kristus Yesus mengatakan bahwa "dalam semua hal ini kita lebih dari sekedar pemenang".

Kita memiliki kemenangan! Anda lihat, BAPA telah menempatkan kita di dalam Kristus, yang telah Dia agungkan ke tempat tertinggi di alam semesta.

Kita tidak mencoba mencapai tanah kemenangan. Kita sudah berada di tanah kemenangan.

Kita tidak mengakui Firman Kristus Yesus untuk mendapatkan kemenangan. Kita mengaku FirmanNya karena kita sudah memiliki kemenangan.

Kita tidak memperjuangkan kemenangan. Kita berjuang dari kemenangan.

Iblis akan berusaha mencuri kemenangan kita. Dia akan melawan kita dengan kebohongan dan ketakutan, dan menyebabkan kita sadar akan kegagalan, kelemahan dan gejala kita di daerah seperti kesehatan kita.

Tapi kita tidak berusaha disembuhkan. Kita sudah sembuh karena Firman Kristus Yesus menyatakan bahwa "oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan". (Yesaya 53: 5)

Seorang saudara perempuan di gereja kita memeriksa dirinya kepada dua psikiater. Dia telah berada di bawah perawatan psikiatri dan pengobatan untuk serangan panik untuk sebagian besar hidupnya. Dia mengatakan bahwa ketika dia mulai datang ke gereja dan belajar tentang Yesus, kebenaran Firman Kristus Yesus mulai menguasai hidupnya.

Dia mulai percaya bahwa kemenangan atas kondisinya sudah menjadi miliknya dan mulai mengakuinya. Sejak saat itu, semua ketakutannya telah hilang dan serangan paniknya berhenti. Hari ini, dia memiliki pikiran yang sehat, bebas dari semua pengobatan dan tahu bahwa hidupnya sangat diberkati melalui Yesus yang mencintai dia.

Temanku, saat Anda menerima Yesus sebagai Juruselamat Anda, Anda dilahirkan kembali dan orang baru di dalam diri Anda adalah lebih dari seorang pemenang. Anda sudah berada di tanah kemenangan dan Anda memiliki kemenangan atas setiap situasi yang menantang dalam hidup Anda!

Posisi Anda di dalam Kristus Yesus, Anda sudah menang.🏆

💗 Hesed For You All

💞 Kita Sudah Menang Karena Kristus Yesus ada di dalam kita, dan kita ada di dalam Dia.

Adat Istiadat Pernikahan Yahudi



Adat Istiadat Pernikahan Yahudi

Mereka yang hidup di dunia barat modern tidak memahami sepenuhnya janji Yesus. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa dalam janjiNya, Yesus mengambil sebuah analogi dari kebiasaan pernikahan Yahudi di zaman Alkitab. Karena begitulah, kebiasaan pernikahan tersebut harus ditelaah jika seseorang memahami pentingnya janji tersebut.

Hal penting pertama dalam pernikahan Yahudi adalah pertunangan.

1 Tunangan adalah adalah bagian dalam pembentukan sebuah perjanjian nikah. Pada masa Yesus biasanya perjanjian semacam itu diinisiatif oleh mempelai laki-laki.

2 calon mempelai laki-laki akan pergi dari rumah ayahnya ke rumah calon pengantin wanita. Di sana dia akan bernegosiasi dengan ayah wanita muda tersebut untuk menentukan harga (mohar) yang harus dia bayar untuk membeli pengantin wanita.

3 Setelah mempelai laki-laki membayar harga pembelian, perjanjian nikah ditetapkan, dan pria dan wanita muda itu dianggap sebagai suami dan istri.

4 Sejak saat itu pengantin wanita dinyatakan telah dikuduskan atau dipisahkan khusus untuk mempelai laki-lakinya.

5 Sebagai simbol hubungan perjanjian yang telah ditetapkan, pengantin pria dan pengantin wanita akan minum dari Secangkir anggur di mana khotbah pertunangan telah diucapkan
6 Setelah perjanjian pernikahan ditetapkan, pengantin pria akan meninggalkan rumah mempelai wanita dan kembali ke rumah ayahnya. Di sana ia akan tetap terpisah dari mempelai wanita untuk jangka waktu dua belas bulan.

7 Periode perpisahan ini memberi waktu pengantin wanita untuk menyiapkan pakaian pengantin-nya dan untuk mempersiapkan kehidupan pernikahan.

8 Pengantin laki-laki sibuk dengan persiapan sagala hal untuk hidup dalam pernikanannya selama tinggal di rumah ayahnya. Untuk mana dia bisa memberikan kepada mempelai wanita.
Pada akhir masa perpisahan, pengantin pria akan datang untuk membawa istrinya untuk tinggal bersamanya. Pengambilan pengantin biasanya berlangsung di malam hari. 
Pengantin laki-laki, pria terbaik dan pendamping laki-laki lainnya akan meninggalkan rumah ayah mempelai pria itu dan melakukan prosesi cahaya obor ke rumah pengantin.

9 Meskipun pengantin wanita mengharapkan kedatangan pengantin laki laki untuknya, tapi dia tidak tahu kapan waktu tepat kedatangan pengantin pria.

10 Kedatangan mempelai pria akan didahului dengan teriakan.

11 Teriakan ini akan memperingatkan pengantin wanita untuk bersiap menghadapi kedatangan pengantin laki-laki.
Setelah mempelai pria menerima mempelai wanita itu bersama dengan para pengiring mempelai, pesta pernikahan yang besar akan kembali dilakukan di rumah ayah mempelai pria.

12 Setibanya di sana, pesta pernikahan itu akan sudah dipenuhi oleh para tamu pernikahan yang telah berkumpul.
Tak lama setelah kedatangan, mempelai akan dikawal oleh anggota lain dari pesta pernikahan ke kamar pengantin (huppah). Sebelum memasuki ruangan, pengantin wanita tetap berjilbab sehingga tidak ada yang bisa melihat wajahnya.

13 Sementara pengiring pengenaten pria dan pengiring pengantin wanita akan menunggu di luar, pengantin wanita akan memasuki kamar pengantin sendiri. Di sana dalam privasi tempat itu mereka akan masuk ke dalam kesatuan fisik untuk pertama kalinya, sehingga mewujudkan pernikahan yang telah di perjanjian sebelumnya.

14 Setelah pernikahan selesai, pengantin laki-laki akan mengumumkan penyempurnaan tersebut kepada anggota pesta pernikahan lainnya yang menunggu di luar bilik (Yohanes 3:29). Orang-orang ini akan menyampaikan berita tentang persatuan perkawinan kepada para tamu pernikahan.

15 Setelah menerima kabar baik ini, para tamu pernikahan akan berpesta dan bersuka cita untuk tujuh hari berikutnya.

16 Selama tujuh hari perayaan pernikahan, yang kadang-kadang disebut "tujuh hari huppah," pengantin wanita tetap tersembunyi di kamar pengantin.

17 Pada akhir tujuh hari ini, pengantin pria akan membawa pengantinnya keluar dari kamar pengantin. , Sekarang dengan jilbabnya dilepas, agar semua bisa melihat siapa mempelai wanita itu.


Pemeriksaan Analogi Pernikahan Yahudi

Sebelumnya dinyatakan bahwa dalam janjinya dalam Yohanes 14 Yesus menarik sebuah analogi dari kebiasaan pernikahan Yahudi di zaman Alkitab. Sekarang setelah kebiasaan perkawinan dipertimbangkan, sangat penting bahwa analogi tersebut diuji.

Dengan cara apa janji Yesus sesuai dengan kebiasaan pernikahan Yahudi?

Dalam pemeriksaan analogi, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kenyataan bahwa Kitab Suci menganggap Gereja sebagai Pengantin Kristus (Efesus 5: 22-23). Sebagai tambahan, sama seperti mempelai laki-laki Yahudi itu berinisiatif menikah dengan meninggalkan rumah ayahnya dan pergi ke rumah calon pengantin wanita, maka Yesus meninggalkan rumah Bapa-Nya di surga dan pergi ke bumi, rumah dari calon Gereja-Nya, lebih dari 2000 tahun lalu.

Dengan cara yang sama seperti mempelai laki-laki Yahudi datang ke rumah pengantin wanita untuk tujuan mendapatkan dia melalui pembentukan sebuah perjanjian nikah, maka Yesus datang ke bumi untuk tujuan mendapatkan Gereja melalui pembentukan sebuah perjanjian. Pada malam yang sama di mana Yesus membuat janji-Nya di dalam Yohanes 14 Dia melembagakan sebuah hubungan. Saat Dia membagikan  anggur kepada murid-muridNya, Dia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru dalam darah-Ku" (1 Korintus 11:25). Inilah jalan-Nya untuk mengatakan bahwa Dia akan menegakkan sebuah perjanjian baru melalui penumpahan darah-Nya di kayu salib. Sejalan dengan kebiasaan pengantin pria Yahudi yang membayar harga untuk membeli mempelai wanita, Yesus membayar harga untuk membeli pengantin wanita, Gereja. Harga yang dibayarnya adalah darah hidupnya sendiri. Karena harga pembelian inilah yang Paulus tuliskan kepada para anggota Gereja berikut ini: "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu bukan milikmu sendiri? Sebab kamu dibeli dengan harga tertentu: oleh karena itu muliakanlah Allah di dalam tubuhmu dan semangatmu. , Yang adalah milik Tuhan "(1 Korintus 6: 19-20).

Berbeda dengan pengantin wanita Yahudi yang dinyatakan dikuduskan atau dikhususkan untuk mempelai pria begitu perjanjian pernikahan ditetapkan, Gereja telah dinyatakan telah dikuduskan atau dipisahkan khusus untuk Kristus (Efesus 5: 25-27; 1Cor 1 : 2; 6:11; Ibr 10:10; 13:12).

Dengan cara yang sama seperti secangkir anggur berfungsi sebagai simbol dari perjanjian pernikahan dimana pengantin pria Yahudi memperoleh istrinya, maka cawan persekutuan berfungsi sebagai simbol perjanjian dimana Kristus memperoleh Gereja (1 Korintus 11 : 25).
Sama seperti pengantin pria Yahudi meninggalkan rumah mempelai wanita dan kembali ke rumah ayahnya setelah perjanjian pernikahan ditetapkan, maka Yesus meninggalkan bumi, rumah gereja, dan kembali ke rumah Bapa-Nya di surga setelah Ia mendirikan Perjanjian baru dan bangkit dari kematian (Yohanes 6:62; 20:17).

Sesuai dengan periode pemisahan antara pengantin pria dan pengantin pria, Kristus tetap terpisah dari Gereja selama lebih dari 1900 tahun. Gereja sekarang hidup pada masa perpisahan itu.

Sejalan dengan kebiasaan mempelai pria Yahudi mempersiapkan akomodasi hidup untuk mempelai wanita di rumah ayahnya selama masa pemisahan, Kristus telah mempersiapkan akomodasi hidup bagi Gereja di rumah Bapa-Nya di surga selama perpisahan-Nya dari Mempelai-Nya (Yohanes 14: 2 ).

Dengan cara yang sama seperti pengantin laki-laki Yahudi datang untuk membawa istrinya untuk tinggal bersamanya pada akhir masa perpisahan, maka Kristus akan datang untuk membawa Gereja-Nya untuk tinggal bersama Dia pada akhir masa perpisahannya dari Gereja ( Yohanes 14: 3).

Sama seperti pengambilan pengantin wanita dilakukan oleh sebuah prosesi pengawalan laki-laki dan laki-laki dari rumah ayah mempelai pria ke rumah pengantin wanita, maka pengambilan Gereja akan dilakukan dengan sebuah prosesi Kristus dan pendamping malaikat dari Rumah Bapa Kristus di surga menuju rumah Gereja (1 Tesalonika 4:16).

Analog dengan pengantin wanita Yahudi yang tidak mengetahui waktu kedatangan pengantin pria yang tepat untuknya, Gereja tidak tahu kapan kedatangan Kristus tepat untuknya.

Dengan cara yang sama seperti kedatangan pengantin laki-laki laki-laki didahului oleh sebuah teriakan, maka kedatangan Kristus untuk membawa Gereja akan didahului dengan sebuah teriakan (1 Tesalonika 4:16).

Serupa dengan pengantin wanita Yahudi yang kembali dengan mempelai laki-laki ke rumah ayahnya setelah dia meninggalkan rumahnya, Gereja akan kembali bersama Kristus ke rumah Bapa-Nya di surga setelah dia dirampas dari bumi untuk bertemu dengan Dia di udara (1 Tes 4 : 17; Yohanes 14: 2-3).

Dengan cara yang sama seperti pesta pernikahan orang Yahudi, para tamu pernikahan berkumpul di rumah ayah mempelai pria saat mereka tiba, jadi Kristus dan Gereja akan menemukan jiwa orang-orang kudus Perjanjian Lama berkumpul di surga ketika mereka tiba. Jiwa ini akan berfungsi sebagai tamu pernikahan.

Sejalan dengan kebiasaan pengantin pria dan pengantin wanita yang masuk ke dalam persatuan fisik setelah mereka tiba di rumah ayah mempelai pria, dengan demikian mewujudkan pernikahan yang telah di perjanjian sebelumnya, Kristus dan Gereja akan mengalami persatuan rohani setelah mereka tiba di rumah Bapa-Nya di surga. , Dengan demikian mewujudkan hubungan mereka yang telah dijanjikan sebelumnya.

Sesuai dengan pengantin wanita Yahudi yang masih tersembunyi di kamar pengantin selama tujuh hari setelah tiba di rumah ayah mempelai pria, Gereja akan tetap tersembunyi selama tujuh tahun setelah tiba di rumah Bapa Kristus di surga. Sementara Masa Kesengsaraan tujuh tahun sedang berlangsung di bumi, Gereja akan berada di surga yang benar-benar tersembunyi dari pandangan orang-orang yang tinggal di bumi.

Sama seperti pengantin pria Yahudi membawa pengantinnya keluar dari kamar pengantin pada akhir tujuh hari dengan kerudungnya diangkat, sehingga semua bisa melihat siapa pengantin wanita itu, jadi Kristus akan membawa Gereja-Nya keluar dari surga dalam Kedatangan-Nya yang Kedua di Kesimpulan dari Masa Kesengsaraan tujuh tahun dalam pandangan penuh tentang semua yang masih hidup, sehingga semua dapat melihat siapa gereja sejati (Kolose 3: 4).