24 October, 2016

Peperangan rohani

PEPERANGAN ROHANI (Diringkas dari buku "Grace : The Power to Reign, Ps Ken Legg)

Banyak orang percaya hidup lebih fokus pd setan daripada pd Allah. Mereka memiliki konsep 'menciutkan' Allah dalam pikiran mereka, seolah setan dan Allah adl musuh seimbang.
Krn itu nyanyian pemazmur ini cocok, "Besarkan Tuhan bersama-sama dengan aku" (Mz 34:4, KJV).
Allah tidak bisa dibuat lebih besar.
Tapi orang percaya perlu melihat Allah sebagaimana adanya Dia : Mahabesar dan Mahakuasa.

Alkitab mengatakan bahwa setan adalah musuh yang SUDAH dikalahkan (Ibr 2:14).
Ia sudah dimusnahkan (Yun : katargeo = put an end to defeated).
Setan tidak lagi memiliki otoritas atas orang percaya.
Kita, orang percaya, sudah dibebaskan dari 'kuasa iblis kepada Allah' (Kis 26:18).
Kita susah dilepaskan oleh Allah dari kuasa kegelapan dan dipindahkan ke Kerajaan AnakNya yg terkasih (Kol 1:13).

Adalah tidak mungkin setan dan roh-roh jahatnya memasuki orang percaya atau memasukkan kutuk keturunan atau kutuk apapun apapun.
Karena ADA pribadi yang LEBIH KUAT dari setan di dalam diri setiap anak Allah.

Jika anda berada dalam lingkungan yg fokusnya terus menerus pada pengusiran setan atau terobsesi mematahkan kutuk,
Jika anda merasa di dalam diri anda masih ada roh jahat atau masih ada kutuk yg belum dibereskan...
ini adalah tanda tipudaya musuh sedang bekerja.

Kita TIDAK dibawah kendali setan.
Ia TIDAK BISA menjamah kita (1 Yoh 5:18-19).
Kalaupun dia bisa menjamah, dia tidak akan mau berada dalam satu ruangan dimana Yesus ada didalamnya.
Itu ibarat memasukkan anak anjing pudel ke dalam ruangan berisi singa!

Alkitab mencatat, kemanapun Yesus pergi, roh jahat yang minggat.
Roh jahat takut pada Yesus.
Dan Yesus tinggal di dalam anda.
Kita harus ingat, kita punya keuntungan yg sangat tidak adil, enormous unfair advantage. Setan sudah kalah. Kita berperang melawan musuh yg sudah kalah.

Pernahkah di kitab Kisah Para Rasul diceritakan ttg para rasul melakukan pemetaan rohani, mengikat dan mengusir roh-roh jahat penguasa angkasa dari suatu kota yg akan mereka injili?
Atau pernahkah para rasul mengikat roh jahat dan mematahkan kutuk dari diri orang-orang yang mereka injili dan orang-orang percaya?

TIDAK kan?

Jadi bisa disimpulkan bhw 'ritual' yg sering dilakukan orang percaya hari ini mengenai peperangan rohani adalah doktrin buatan manusia.

Namun jika setan adalah musuh yg sudah kalah, mengapa Paulus bicara soal peperangan melawan penguasa udara di Ef 6:10-18?
Mengapa Yakobus dan Petrus bicara soal pentingnya melawan dia (Yak 4:7; 1 Petrus 5:8-9)?

Perhatikan apa yg Paulus katakan di Ef 6:11 :
"Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya KAMU DAPAT BERTAHAN MELAWAN TIPU MUSLIHAT iblis".

Ini sifat dasar peperangan kita : adanya TIPU MUSLIHAT.
Satu-satunya senjata iblis adalah PENIPUAN/TIPU DAYA/TIPU MUSLIHAT.
Contoh :
• penghakiman, yg adalah kebohongan bahwa kita bersalah, padahal Allah sendiri bilang kita ini orang benar (2 Kor 5:21).
• godaan, yg adalah kebohongan bahwa dengan melakukan dosa (tunduk pada dosa) hidup kita akan bahagia. Padahal kebahagiaan sejati kita hanya ada pada Yesus Kristus.

Iblis memang tidak bisa mengutuk, merasuki atau mengganggu kita secara fisik, tapi ia tetaplah bapa segala dusta dan masih terus menggunakan satu2nya senjatanya itu utk menjatuhkan manusia. Ia masih punya roh-roh dusta yg berusaha menyesatkan org percaya dgn berbagai cara, spt meragukan Firman, merusak Firman lewat pengajar palsu dll.

Berita baiknya, Yesus meninggalkan kita di dunia bukannya tanpa kekuatan utk berurusan dengan tipuan iblis.
Paulus mendorong kita utk melakukan 3 hal ini :
1. "Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasaNya (Ef 6:10).
Dengan kekuatan kita, kita tidak berdaya melawan musuh. Tapi dengan iman, kita punya akses ke gudang persenjataan (arsenal) Allah, yaitu kasih karuniaNya dan hikmatNya, yg dengannya kita melebihi seorang pemenang.

2. "Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah (Ef 6:11). Perhatikan bhw senjata kita adl senjata milik Allah. Senjata kedagingan tidak akan bertahan.
Ketika Daud menghadapi Goliat, ia tidak memakai baju perang Saul, yg adl gambaran senjata kedagingan.
Kita perlu senjata Allah.

3. "..supaya kamu bertahan (stand) melawan tipu muslihat iblis.. Sebab itunambillah seluruh perlengkapan senjata Allah... dan tetap berdiri (stand) sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap (stand).." (Ef 6:11-14).

Kita tidak dipanggil utk mengalahkan setan.
Dia SUDAH kalah.
Paulus berulangkali mengatakan supaya kita STAND = BERDIRI TEGAP DALAM IMAN TERHADAP PEKERJAAN YESUS YG SUDAH SELESAI.

Fokus peperangan rohani hari ini adl pada perbuatan. Pemetaan rohani, mengikat roh jahat, melepas malaikat atas kota dll adalah peperangan berfokus pd perbuatan.
PERBUATAN MATI.
Apa itu perbuatan mati?
Melakukan dengan usaha sendiri apa yg Yesus sudah selesaikan.
Sia-sia.

PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH
Paulus sedang dikurung di penjara saat ia menulis surat utk jemaat Efesus. Ia punya banyak waktu mengamati baju yg dikenakan tentara romawi yang mengawalnya, mendapat pewahyuan dari pengamatannya itu berupa analogi baju perang rohani kita.

Ada 6 bagian perlengkapan senjata Allah
Semua menutupi bagian depan.
Tidak ada pelindung bagian belakang.
Kenapa?
Karena kita TIDAK LARI dari musuh!
Musuh yang lari saat kita berdiri dan melawan dia.
"Tunduklah kepada Allah dan lawanlah iblis, maka ia AKAN LARI DARI PADAMU" (Yak 4:7).
Sama spt ia lari dari Yesus di padang gurun, demikian ia lari dari org percaya yg berdiri melawan dia.

1. Ikat pinggang kebenaran (The Belt of Truth).
Tujuan pemakaian ikat pinggang oleh tentara romawi adl utk menyelipkan jubahnya dan membuat jubah itu dibawah kendali sehingga tidak menghalanginya ketika berperang. Jika tidak diikat, pakaian luarnya akan berkibar atau membuat pedangnya terlilit.

Ingat, satu-satunya senjata iblis adl tipu daya.

Dengan Firman sbg pengikat, kita dapat mengekang setiap pikiran membingungkan yg iblis coba taburkan; dan membarui pikiran kita dgn kebenaran.
Petrus juga mendorong kita "..siapkan (ikatlah) akal budimu" (1 Petrus 1:13).

2. Baju zirah kebenaran (The Breastplate of Righteousness).
Tentara romawi memakai baju zirah dari leher sampai atas paha, melindungi anggota vital tubuh, khususnya hati (heart).
Baju zirah secara spesifik disediakan Allah utk berurusan dgn penghukuman/pendakwaan di hati kita.

Nama setan sendiri berarti 'sang pendakwa', hasatan (Wahyu 12:10). Itu memang naturnya, itulah siapa dia. Sebelum ia bisa mencuri, membunuh dan membinasakan, ia akan mendakwa org percaya.

Bgmn caranya melawan dakwaan iblis?
• BUKAN dengan kebenaran kita sndiri (Yes 64:6).
• Berdiri dalam kebenaran Allah yg sempurna yg sudah disediakanNya.

Lawan penghukuman dengan pembenaran.
Kita adalah orang yang dibenarkan Allah, utk8 selamanya.
"Siapa yang dapat menggugat/mendakwa orang pilihan Allah?" (Rm 8:33-34)
"Sekarang TIDAK ADA penghukuman bagi orang yang ada dalam Kristus" (Rm 8:1).

3. Kasut Damai Sejahtera (The Shoes of Peace).
Kasut tentara romawi mirip dengan sandal dgn potongan kayu kecil di telapaknya, yg berguna mencengkram bumi di bawahnya.
Kasut ini menghindarkannya dari terpeleset, tergelincir dan jatuh di medan perang. Jika dia sampai jatuh, ia akan jadi target empuk lawan. Adalah keharusan ia tetap tegak berdiri saat berperang.

Kasut damai sejahtera adl lambang kasih karunia Tuhan yg memungkinkan kita tetap berdiri.

"Dalam kasih karunia ini kita BERDIRI dan bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah" (Rm 5:1-2).

Pembenaran kit membawa kita dalam posisi berdamai permanen dgn Allah.

Musuh akan berusaha membuat kita fokus pd diri sndiri. Jika kita terjebak melakukan ini, tak lama kita akan tergelincir dan jatuh.
Allah tidak mau kita bergantung pd sumber kita yg tak cukup.
Ia menyediakan kasih karuniaNya, yaitu kemampuanNya menggantikan ketidakmampuan kita.
Ia tak membiarkan kita dalam kekurangan, tapi mencukupkan kita dalam segala sesuatu.

Petrus berkata, "..ini adalah kasih karunia Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya" (1 Petrus 5:12).

4. Perisai Iman (the Shield of Faith).
Di jaman PB, tentara yg sdg berperang saling menembakkan panah yg sudah direndam dalam cairan yg gampang terbakar, yg meledak jd nyala api saat mengenai sesuatu.
Tentara romawi punya perisai panjang yg bentuknya spt pintu kecil, yg melindungi sebagian besar tubuhnya. Perisai terbuat dari kayu yg dilapisi kulitnatau logam tipis, sehingga tahan api.
Ketika panah2 api beterbangan ke arahnya, tentara akan berlindung meringkuk di balik perisainya sambil terus maju ke depan.
Saat panah api mengenai perisai, panah akan padam.

Ada masa-masa dalam kehidupan orang Kristen dimana musuh melepaskan panah api terus menerus. Bisa berlangsung sehari, seminggu, sebulan, bahkan lebih lama lagi.
Kadang, panah api yg paling efektif adalah orang-orang! (Hahaha...)

Perisai iman memampukan kita 'menaruh' Allah di antara diri kita dan keadaan kita di masa sulit.
"IA adalah perisai bagi orang yang berlindung padaNya" (Ams 30:5).
Ia melindungi kita dari panah api yg ingin menjatuhkan kita.

5. Ketopong Keselamatan (The Helmet of Salvation)
Ada 2 jenis pedang yg dibawa seorang tentara romawi ke medan perang.
Satunya pendek spt belati, yg satunya panjang lebar yg dipegang spt pemukul bola kasti. Digunakan utk meremukkan kepala musuh utk membunuhnya.
Itulah mengapa seorang tentara tidak boleh lupa memakai ketopong/helm-nya.

Ketopong adl perlengkapan khusus melindungi kepala. Apa yg ada di kepala? Pikiran kita.

Salah satu taktik musuh adl menyeret kita ke lembah keputusasaan, lewat kekecewaan demi kekecewaan.
Yang kita butuhkan pd saat spt ini adalah PENGHARAPAN.
Allah menyediakannya dalam ketopong keselamatan.

Dalam 1 Tes 5:8, Paulus merujuk hal ini sbg ketopong pengharapan keselamatan' (the helmet of the hope of salvation).
Ada 3 kala waktu dalam keselamatan kita :
• Baju zirah kebenaran berurusan dgn pembenaran kita yg tjd di masa lalu : KITA SUDAH DIAMPUNI DAN DIBEBASKAN DARI PENALTI DOSA.
• Kasut damai sejahtera dan Perisai iman menyediakan kasih karunia dan membantu kita di MASA KINI.
• Ketopong Keselamatan menyediakan pengharapan yg berkenaan dgn MASA DEPAN kita.

Pengharapan kita bukanlah berharap atas sesuatu yg kita bisa terjadi bisa tidak.
Pengharapan kita adalah pengharapan pasti utk masa depan yg mulia (Yun : elpis = expectation of good; joyful and confident expectation of eternal salvation).

Saat kita mengenakan ketoping keselamatan, kita bisa memandang kesulitan masa kini dalam terang kemuliaan yg akan dinyatakan kpd kita (Rm 8:18).

6. Pedang Roh (The Sword of the Spirit)
"... pedang Roh, yaitu Firman Allah" (Ef 6:17).
Ada 2 kata dlm bhs Yunani utk menjelaskan Firman Allah :
▪'logos' : Firman Allah yg ditemukan dari Kejadian hingga Wahyu.
▪ rhema : Firman yg spesifik yang memiliki penerapan khusus utk situasi tertentu.
Itu adalah jawabanNya terhadap serangan musuh yg sedang kita hadapi saat itu.
Itulah 'pedang Roh' yg Allah sediakan.

Yesus menggunakan pedang Roh saat Ia dicobai di padang gurun.
Roh memberiNya ayat yg tepat utk melawan setiap serangan iblis dan Ia mengalahkannya dengan berkata, "Ada tertulis...".

Iblis mungkin punya kemampuan menabur pemikiran-pemikiran jahat ke dalam pikiran kita, tapi ia tak akan mengetahui bgmn kita menangani pemikiran itu sampai kita mengeluarkan respon.
Ia tidak maha tahu.
Allah yg maha tahu.
Itu sebabnya kita harus merespon dengan firman yg Roh Kudus berikan utk situasi kita.

Banyak org percaya tulus yg terus menerus hidup dalam kekalahan krn terus menerus memperkatakan kekalahan, keraguan, ketakutan dll.
Kuncinya adalah mengetahui apa yg Allah katakan dan bersepakat dengan Dia.
Sekalipun mungkin anda merasa lemah dan tak berdaya, tapi Alkitab berkata, "Baiklah orang yg tak berdaya berkata : "Aku ini pahlawan!"" (Yoel 3:10).