20 October, 2016

Ibrani 6:4-6

IBRANI 6:4-6

Salah satu keuntungan mempercayai Injil kasih karunia adalah itu membuat cara pandang kita terhadap Alkitab berubah.
Anda jadi tahu bahwa Bapa tidak sedang menyiapkan 'umpan' kasih karunia untuk menarik anda mendekat lalu mengetok kepala anda dengan palu Taurat.
KasihNya abadi. Sepanjang masa.
Jika anda mengerti ini maka anda tidak akan takut saat membaca ayat seperti Ibrani 10:26 atau ayat ini,

"Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum." (Ibr 6:4-6).

Jika anda memandang dengan lensa 'Kekristenan berbasis perbuatan', ayat-ayat ini pasti membuat ngeri, karena kesannya keselamatan anda tergantung pada kelakuan anda.
Lakukan yang baik anda akan memperoleh yang baik.
Anda bikin salah, anda kehilangan keselamatan.

Lensa apa yang anda pakai menentukan apa yang anda lihat.
Jadi mari melihat ayat-ayat ini melalui lensa Yesus dan karya sempurnaNya.

Jadi siapa dan apa yang ayat tadi maksud?

Ada yang mengatakan ayat-ayat ini ditujukan bagi orang Kristen, orang-orang yang sudah menerima Roh Kudus.
Jika begitu, argumen yang dikemukakan (bahwa orang Kristen bisa kehilangan keselamatan) tidak masuk akal.
Jika mereka gagal maka tidak mungkin mereka diselamatkan lagi karena itu artinya Yesus harus datang dan mati lagi.
Nah, karena Yesus tidak mungkin mati lagi, maka tak mungkin bagi orang Kristen untuk kehilangan keselamatan.
Bukannya ancaman bagi keselamatan kekal anda, ayat-ayat ini justru mendukungnya.
Ya, saya tahu tidak semua orang sependapat dengan saya.

BERAPA KALI ANDA DILAHIRKAN KEMBALI?
Saya pernah mendengar seorang pengajar terkenal mengatakan bahwa jika anda diselamatkan oleh satu tindakan berdasarkan kehendak bebas anda, maka anda juga bisa kehilangan keselamatan oleh satu tindakan berdasarkan kehendak bebas anda.

Apakah anda lahir ke dunia sebagai tindakan berdasar kehendak bebas anda?
Tentu saja tidak.
Tapi bagaimana dengan kelahiran rohani?

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya, diberi-Nya HAK/KUASA (Yun : exousia, G1849) supaya menjadi anak-anak Allah; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah." (Yoh 1:12-13).

'Dilahirkan kembali' artinya dilahirkan dari atas, dari Allah.
Itu 100% karya Roh Kudus.
Anda mungkin berpikir anda datang pada Allah berdasarkan kehendak bebas anda, tapi coba renungkan sejenak apa yang sebenarnya terjadi.
Siapa yang menabur dan menyiram benih Injil dalam hidup anda? (Bukan anda)
Siapa yang menumbuhkan benih itu? (Bukan anda)
Siapa yang menyingkapkan selubung yang menutupi mata rohani anda sehingga anda bisa melihat semua hal sebagaimana adanya? (Bukan anda)
Lihat kan?
Anda tidak mungkin memanggil nama Allah jika bukan Dia yang awalnya memanggil anda.

Saya bukan mau bikin anda bingung.
Tapi intinya ini, "Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita" (Kol 2:13).
Anda itu mati.
Tapi sekarang hidup.
Semua karena Dia.

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru (Yun : kainos, G2537); yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah..."
(2 Kor 5:17-18a)

Bukan bagaimana anda diselamatkan yang penting. Yang penting anda sudah selamat.
Saat anda menerima anugerah keselamatan, anda menjadi ciptaan yang baru.
Jika anda jatuh, tak mungkin anda dilahirkan kembali karena anda SUDAH dilahirkan kembali.
Itu ibarat orang dewasa mencoba kembali ke rahim dan kembali memasuki dunia melalui jalan lahir.
Sebagaimana itu tidak mungkin terjadi secara natural, demikian pula itu tak mungkin terjadi secara rohani.
SEKALI ANDA LAHIR, ANDA SUDAH LAHIR.
DAN APA YANG SUDAH LAHIR, TAK MUNGKIN BATAL LAHIR.
It is impossible to be unborn!!

Mengatakan bahwa orang Kristen bisa kehilangan keselamatan - bahwa anda bisa membatalkan karya Allah melahirkan anda - sama saja dengan menuding Dia bikin kekeliruan.
Sementara Allah tidak pernah keliru.

Bisa saja anda bertingkah seperti ciptaan lama, ibarat kupu-kupu yang bertingkah seperti ulat.
Ketika anda lakukan itu, anda sedang mengingkari IDENTITAS SEJATI anda.
Kita sering bilang orang Kristen yang jatuh dalam dosa adalah orang yang murtad.
Sebenarnya lebih tepat disebut 'orang munafik'. Yaitu orang yang bertingkah berlawanan dengan identitas sejati mereka dalam Kristus.

"Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan [jadilah kudus = be holy], sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan." (Ibr 12:14).

Menjadi kudus BUKAN instruksi meningkatkan penampilan rohani, tapi nasehat supaya anda bertingkah SESUAI dengan identitas sejati anda.
Jadilah kudus, karena yang sebenarnya, anda kudus.

"Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus." (Ibr 10:10)

MAKAN ROTI HIDUP, JANGAN HANYA MENCICIPINYA
Ada juga yang mengatakan Ibr 6:4-6 ditujukan bagi orang tidak percaya. Yaitu orang-orang yang telah mencicipi tapi tidak memakan karunia surga. Mereka telah melihat terang tapi memilih kegelapan.
Mereka menerima Injil dengan sukacita tapi tampaknya benih itu tak pernah berakar dan tumbuh. Saat masalah datang mereka jatuh dan gagal.
Bagi saya inilah gambaran tentang Yudas.

Bersama para murid lain, Yudas terlibat dalam pelayanan supranatural dan orang-orang melihat dia mengusir setan dan menyembuhkan yang sakit (Mrk 6:13).
Dia (mungkin) bahkan bernubuat dalam nama Yesus.
Yudas merasakan dan mencicipi kebaikan Firman Allah  tapi menolaknya.
Saat ia keluar dari perjamuan kudus, ia membelakangi Yesus.
Artinya ia sedang mengatakan, "DarahMu dan TubuhMu tak cukup baik buatku". Yudas lebih memilih agama yang mati ketimbang kasih karunia Allah yang memberi hidup.

Ibrani 6:4-6 mengatakan bahwa tidak mungkin bagi orang seperti Yudas kembali dibawa untuk bertobat. Kenapa?
Karena mereka sudah mendengar kebenaran tapi menolaknya.
Mereka mengikuti jalur yang ditempuh Kain, mengikuti ajaran Bileam dan dalam bahaya berakhir seperti Korah.
Orang yang belum mendengar kabar baik ada kemungkinan akan menerimanya saat mereka mendengar.
Tapi siapa yang telah mendengar kabar baik tapi mengeraskan hati mereka terhadapnya, mereka benar-benar tersesat.

Hati yang keras adalah hal yang mematikan. Karena mencegah seseorang bertobat dan membuatnya tak bisa 'beristirahat' dan terus berada dalam rantai perbudakan perbuatan.

"Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,  janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun" (Ibr 3:7-8).

Yudas telah mendengar suara Firman yang hidup tapi mengeraskan hatinya. Dia gelisah dan tertekan hingga pada titik melakukan tindakan bunuh diri. Dia tak pernah bertobat (mengubah pikirannya). Dia tak pernah memasuki tempat perhentian yang hanya bisa dimasuki melalui iman dalam Kristus.

HUJAN KEBENARAN
Dari) Ibrani 5 dan 6 kita belajar bahwa Yesus ditentukan Allah sebagai imam besar abadi menurut peraturan Melkisedek.
Bagi para pembaca Yahudi yang dibesarkan dalam pengajaran Taurat, ini adalah pengumuman yang luarbiasa : "Yesus, imam besar abadi, akan selama-lamanya menjadi pengantara dari suatu perjanjian kasih karunia yang baru dan superior, yang didasarkan pada sumpah Allah yang tak tergoyahkan".

Hanya ada 2 respon terhadap pengumuman ini :

"Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;  tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran." (Ibr 6:7-8)

Seseorang bisa menerima berkat Allah yang turun tercurah seperti hujan, dan dengan begitu dia akan berbuah dan berguna.
Atau dia bisa menolak apa yang Allah sediakan dan menjadi tak berguna dan sudah dekat pada kutuk.

Kebenaran yang Allah berikan ibarat hujan.

"Hai langit, CURAHKANLAH KEBENARAN dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya! Baiklah bumi membukakan diri dan bertunaslah keselamatan, dan baiklah kebenaran tumbuh bersamanya! Akulah Tuhan yang menciptakan semuanya ini." (Yes 45:8).

Allah mencurahkan hujanNya atas semua manusia.
Yang bisa manusia lakukan adalah berespon.
Orang bisa membuka payung agamawi, seperti Yudas, dan bilang, "Makasih, aku gak butuh".
Atau orang bisa bilang, "Tercurahlah atas orang berdosa ini dan jadikanlah aku bersih".

Berita buruk perjanjian lama adalah tak seorangpun dinyatakan benar dengan mematuhi Taurat (Rm 3:20). Semua gagal.

Tapi, kabar baik perjanjian baru,
".. tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,  yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus [dikaruniakan] bagi semua orang yang percaya." (Rm 3:21).

[Paul Ellis : Hebrew 6:4-6; February 28, 2012]