29 October, 2016

Keselamatan yang tak mungkin hilang

*KESELAMATAN yang tak mungkin HILANG !*

Ketakutan terbesar saya setelah menjadi orang kristen adalah kehilangan keselamatan saya. Ketakutan ini bukan tanpa alasan, tetapi karena beberapa bagian dari alkitab memang menyatakannya demikian. Meskipun artinya tidaklah demikian! Hanya karena pengetahuan saya terbatas untuk memahami pikiran Allah – pikiran Saya membutuhkan Roh Kudus untuk menyingkapkan kebenaran-Nya, sesuai dengan janji-Nya kepada orang percaya. Yohanes 8:32. "Dan kamu akan (mengetahui kebenaran), dan 'kebenaran' itu yang akan MEMERDEKAKAN kamu." Penekanan sengaja ditambahkan.

"Kebenaran menurut bahasa Ibrani adalah tsadaq, sedangkan dalam bahasa Yunani adalah dikaioo, yang berarti mengumumkan suatu keputusan yang menyenangkan, atau menyatakan benar. Konsep ini tidak berarti menjadikan benar tetapi menyatakan kebenaran. Perihal menyatakan kebenaran merupakan konsep dalam persidangan, sehingga membenarkan berarti membubuhkan keputusan yang benar. Perhatikan perbedaan antara membenarkan dengan menyatakan salah dalam Ulangan 25:1 dan 1 Raja-raja 8:32 dan Amsal 17:15."

"Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
Yohanes 8:36

Dari kutipan diatas dapat diketahui bahwa kebenaran mengacu kepada seorang pribadi bukan yang lain. Anak yang dimaksud oleh penulis Yohanes adalah pribadi Yesus Kristus. Jadi, membutuhkan pewahyuan Allah Anak untuk mengetahui kebenaran yang sejati.

* Keyakinan populer
Saya telah menemukan begitu banyak orang percaya dicengkram oleh rasa takut akan ketidakpastian berkenaan keselamatan mereka di dalam Yesus Kristus. Mereka adalah korban dari para pengkhotbah Hukum Taurat yang menekankan usaha hidup kudus dan benar untuk mendapatkan perkenanan Tuhan. Meskipun kedengarannya rohani, suatu ajaran yang menekankan pada "perbuatan baik" hanya akan membawa pada penghakiman, penghukuman, dan kematian:

"Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu."
2 Korintus 3:7

"Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada ( penghukuman) itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada 'pembenaran'."
2 Korintus 3:9

Jangan percaya pada kebohongan. Perbuatan baik tak membawa Anda pada kebenaran. Justru menyeret Anda pada penghukuman. Paulus adalah seorang Farisi, Dia seorang pengajar Hukum Taurat, itulah sebabnya surat – suratnya sangat berbeda dengan rasul – rasul yang lain. Paulus mengkalimatkan Hukum Taurat sebagai pelayanan yang memipin kepada penghukuman dan kematian. Hukum Taurat adalah kudus dan benar. Tapi manusia adalah ciptaan yang telah rusak akibat dosa Adam (Roma 7:12-15). Dan tujuan hukum Taurat diturunkan bukan supaya manusia menuruti Hukum itu dengan sempurna, melainkan supaya manusia melihat dirinya yang jauh dari sempurna untuk menaati Hukum Taurat, sehingga timbul kesadaran bahwa mereka membutuhkan sang juru selamat.

* Keselamatan adalah PEMBERIAN bukan UPAH.
"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,"
Filipi 2:12

Kutipan Paulus ini sering disalah pahami oleh banyak orang kristen. Sehingga kesannya keselamatan itu harus diusahakan, dikejar, dan dikerjakan dengan kemampuan diri. Lebih dari itu – keselamatan menjadi sesuatu yang tidak pasti. Jika tanggapan ini benar, maka apa bedanya keselamatan di dalam Yesus Kristus dengan keselamatan yang ditawarkan oleh semua agama dan keyakinan di dunia ini?
Memang benar, kalau hanya dinilai dari kutipan Paulus tanpa mengkaji lebih jauh ayat selanjutnya, setiap orang yang membacanya akan kehilangan esensi dari pesan kebenaran yang disampaikan oleh Paulus. Perhatikan ayat selanjutnya:

"karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya." Filipi 2:13

Siapakah yang MENGERJAKAN KESELAMATAN itu? Cukup tegas bukan! Keselamatan itu pemberiaan secara Cuma – Cuma (GRATIS), itulah sebabnya dikatakan oleh kasih karunia. Ketika keselamatan dipahami sebagai hasil dari kinerja, maka keselamatan bukan lagi pemberian secara Cuma – Cuma, melainkan UPAH. Dengan begitu keselamatan menjadi begitu sukar dan mustahil untuk diperoleh.
Sangat disayangkan bahwa para pengkhotbah Hukum Taurat hanya menekankan pada ayat 12 dari surat Paulus untuk jemaat Filipi, tanpa mengkaji kebenarannya pada ayat selanjutnya, sehingga terkesan bahwa keselamatan itu diperoleh dari usaha dan kerja keras manusia melalui perbuatan baik. Ajaran ini sesat!

SUATU KEPASTIAN

"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah."
Roma 5:8-9

Memang orang percaya memperoleh keselamatan itu secara gratis. Tetapi melalui seseorang yang telah membayarnya dengan harga yang sangat mahal, dan Ia memberikannya secara Cuma – Cuma. Kita menerimanya secara Cuma – Cuma, bukan karena keselamatan itu gratis, tapi saking mahalnya dan kita tidak dapat membayarnya, Yesus Kristus TELAH melunasinya untuk kita yang percaya.

"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus."
Roma 8:1

Suatu kepastian. Seorang yang telah percaya MUSTAHIL untuk tidak menerima keselamatan. Keselamatan itu SUKAR bahkan MUSTAHIL untuk diperoleh melalui perbuatan baik, apapun bentuknya. Itulah sebabnya keselamatan hanya untuk DITERIMA bukan untuk diusahakan.
Itulah Injil kasih karunia yang diberitakan oleh Paulus. Tanpa USAHA dari pihak manusia, kita telah diselamatkan melalui PEKERJAAN Yesus Kristus yang telah sempurna di atas salib. Nikmatilah itu. Anda tak perlu kuatir apalagi takut, kerjakanlah keselamatan itu dengan takut dan gentar, dengang percaya kepada pekerjaan Kristus yang sempurna, dan tidak memalingkan pandangan kita dari karya salib di kalvari.

~Denny Christian