29 April, 2014

Mixed


by; Yusuf Wiryonoputro

Seringkali, pelayanan yg membawa mixed antara Grace & Law begitu membuat sy merasa tak nyaman. Seolah spt BEBAN yg harus sy tanggung ketika sy harus berada di tengah-tengahnya.

Dalam kondisi hati yg lemah, suatu ketika Roh Kudus berikan saya ayat ini: "Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di TIATIRA, yang tidak mengikuti ajaran itu... Aku berkata: AKU TIDAK MAU MENANGGUNGKAN BEBAN LAIN KEPADAMU. Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang." (Why.2:24-25).

Mendengar ini, seperti BEBAN berat sy terangkat, dan sy alami kelegaan.

Semenjak mulai mengenal Grace (Yesus), sy seperti membaca Alkitab dgn kacamata yg baru. Seringkali mendadak benang merah muncul merangkai kalimat2 yg sebelumnya tdk sy mengerti menjadi pengertian yg memerdekakan.

Jemaat TIATIRA di atas ditulis telah membiarkan wanita Izebel mengajar dan menyesatkan, shg hamba2Nya berbuat ZINAH dan makan persembahan2 berhala. Saya agak dikejutkan ketika mendadak menyadari bhw ZINAH ini menyangkut ZINAH ROHANI.

Kita (Gereja) adalah Mempelai Wanita Tuhan. Dulu kita mempunyai Suami Lama, yaitu Hukum Taurat. Melalui pengorbanan Yesus d kayu Salib, Dia sudah menebus kita, dan sekarang YESUS-lah Suami kita selama-lamanya! Ketika pelayanan kita mulai MEMBAWA HUKUM, di sanalah per-zinahan Rohani terjadi. Ketika kita mulai menambahkan Kasih Karunia dengan berbagai tuntutan untuk mengupayakan hidup benar, di sana kita mulai kembali pada suami lama! Dan ini adalah PERZINAHAN ROHANI!

HUKUM (Buah Pengetahuan Baik dan Jahat), memang begitu menarik hati, tapi akibatnya MEMATIKAN. Mengapa demikian? Di dalam HUKUM, kita berada di bawah PENGHAKIMAN. Berbagai KUTUK akibat dosa terjadi di sana. Dan SIAPAPUN kita tak mampu memenuhi tuntutan hukum.

Karena itu, jika anda menuntut orang lain hidup kudus, lihatlah apakah perbuatan anda sendiri sudah memenuhi standard sempurna Tuhan atas kekudusan? Sedikit pikiran cela saja sudah cukup membuat kita gagal, sama seperti orang lain yg kita lihat lebih besar celanya. Itulah HUKUM SEMPURNA Tuhan. Dan itulah sebab siapapun kita membutuhkan SAVIOR (bukan TEACHER, seolah kita mampu meneladani guru/Yesus). Kita perlu mengganti tuntutan dgn Yesus!! Law diganti Grace!!

Kepada wanita Izebel yg sudah mengajar jemaat Tiatira untuk menyelewang dari Yesus dgn kembali pada suami lama yaitu HUKUM, konsekuensinya sungguh berat. Di bawah Hukum/Penghakiman, yg nampak adalah SAKIT dan hidup TIDAK BERBUAH.

"Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu." (Why.2:22) => SAKIT.

"Dan anak-anaknya akan Kumatikan... " (Why.2:23) => TIDAK BERBUAH.

Kembali pada HUKUM adalah kembali pada USAHA/PERBUATAN baik kita yg kita upayakan untuk memperoleh status benar di hadapan Tuhan. Pengajaran ini biasanya memberikan motivasi MALU dan TAKUT (takut akan kutuk, takut tidak selamat, takut tidak diberkati, dll) shg orang mulai mengusahakan kekudusan/kebenarannya sendiri. Mereka yg "berhasil" di sana akan merasa lebih kudus/benar dibanding yg lain, sehingga mereka nampak suka menegur perbuatan cela orang lain. Fokus mereka adalah menuntut orang berubah sikap (luar), tetapi sesungguhnya tak sanggup mengubah hati. Mengapa demikian? Karena pendorong-nya adalah rasa MALU & TAKUT. Berbeda dgn cara Yesus (GRACE), pendorongnya adalah CINTA! Cinta tidak terfokus pada perubahan sikap luar, tapi Cinta MENGUBAH HATI. Dari sanalah buah-buah yg baik akan muncul dgn sendirinya.

Pengajaran Izebel yg MIXED, akan membuat kita ingin dinilai dari PERBUATAN kita. Membuat kita ingin diberkati berdasarkan pencapaian kita dalam membayar harga, melalui PERBUATAN2 baik kita !!. Di sini Tuhan bicara:

"...dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang MENGUJI BATIN DAN HATI ORANG, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang MENURUT PERBUATANNYA." (Why.2:23)

Wah, sungguh berat sesungguhnya jika kita ingin dinilai dari PERBUATAN kita!!!

Itulah sebab di awal pesan kepada jemaat Tiatira, Tuhan memperkenalkan diri sebagai "FIRMAN Anak Allah, yang MATA-Nya bagaikan NYALA API dan kaki-Nya bagaikan tembaga" (Why.2:18).

FIRMAN memang dapat menembus BATIN dan HATI orang. Surat Ibrani menuliskan: "Sebab firman Allah .... memisahkan JIWA dan ROH ... ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita" (Ibr.4:12)

[Catatan: karena itu, penting kita menguji suara roh di dalam hati kita dgn Firman. Suara yg mengintimidasi kita dgn MALU & TAKUT bagai malaikat terang yg menunjuk dosa2 kita atau org lain bukanlah suara Roh Kudus. Roh Kudus akan selalu mengingatkan kita pada YESUS & kasih karuniaNya. Suara musuh selalu membuat kita berusaha mengupayakan kebenaran/status benar, tapi suara Roh Kudus akan selalu berkata "Kamu SUDAH dibenarkan krn Salib Yesus.. berjalanlah di dalam identitasmu yg baru ini" ]

Kepada Jemaat Tiatira, Tuhan juga memperkenalkan diriNya dgn "...kaki-Nya bagaikan TEMBAGA". Tembaga adalah simbol Judgement/Penghakiman. Tuhan kita ADIL. Pengadilan di dalam HUKUM membawa anda sebagai seorang terhukum. Tapi pengadilan di dalam KASIH KARUNIA, membawa YESUS mati menggantikan ANDA!

Masihkah kita ingin dinilai berdasarkan perbuatan baik kita??

Masihkan kita merasa "lebih benar" dari orang lain karena perbuatan kita??

Masihkah kita mengandalkan ketaatan kita menaati hukum untuk memperoleh status benar?

Ataukah kita BERHENTI MENGUPAYAKAN, dan REST di dalam KEBENARAN yg SUDAH YESUS BERIKAN?

Setiap saya melihat kata REST, seolah Alkitab menghubungkannya dgn DUDUK bersama Dia, MEMERINTAH bersama Dia. Saya ada share ini di tulisan sy sebelumnya mengenai Jemaat Laodikea.

Dan memang, inilah yg jemaat Tiatira akan alami:

:.. kepadanya akan Kukaruniakan KUASA ATAS BANGSA-BANGSA; dan ia akan MEMERINTAH MEREKA .." (Why.2:26-27)