29 July, 2015

PERUMPAMAAN BENDAHARA YANG TIDAK JUJUR

PERUMPAMAAN BENDAHARA YANG TIDAK JUJUR
(Lukas 16:1-8)
[Paul Ellis : The Parable of a Shrewd Manager; March 8, 2015]
Perumpamaan paling aneh yg pernah Yesus ceritakan adalah perumpamaan tentang seorang bendahara yang tidak jujur tapi dipuji oleh tuannya atas ketidakjujurannya.
Membingungkan!
Apa sebenarnya yg sedang Yesus ajarkan?
Apakah Yesus mendorong kita berlaku bengkok?
Tentu tidak!
Ia sedang mengajari kita bagaimana merencanakan masa depan.
"Dan Aku berkata kepadamu : Ikatlah persahabatan dengan memakai mamon yang tak jujur, supaya saat kamu gagal, kamu diterima dalam kemah/tenda abadi"
(Luk 16:9)
Inti utama perumpamaan ini adalah 'mengikat persahabatan', dengan sahabat sejati yang bersama sampai kekekalan.
Kita punya kesempatan seumur hidup untuk menjalin persahabatan dengan sahabat yang akan menerima kita di kekekalan.
Bagaimana caranya?
Dengan 'menginvestasikan' diri kita kepada org lain, menunjukkan kasih dan membagikan kasih karunia.
Masalahnya, kita sering terlalu sibuk bagi orang lain. Hidup kita penuh dengan tugas, tagihan, tenggat waktu dan janji temu, sehingga tak punya waktu buat orang lain.
Hubungan interpersonal sudah sangat terkurangi menjadi sekedar pesan singkat dan tanda 'likes' di facebook.
Di hari-hari sibuk ini, kita perlu mendengar kata-kata Yesus lebih dari sebelumnya.
Jadilah 'tak jujur' seperti bendahara itu dan pakai sumberdaya di dunia ini untuk mendapatkan hasil yang bertahan di dunia berikutnya.
MEMBATALKAN HUTANG
Dalam perumpamaan, bendahara itu menemui orang yang berhutang pada majikannya dan menulis pembatalan hutang.
Itulah yang kita lakukan saat kita memberitakan kabar baik.
Kita sedang memberitakan tahun Yobel dan pembatalan semua hutang.
"Allah tidak berada di pihak lawan. Ia ada buatmu dan ingin engkau bebas dari rasa malu dan rasa bersalah".
Kita punya pekerjaan menyenangkan memberitakan kebebasan kepada dunia yg sadar-hutang (debt conscious) ini.
Siapa yang bisa dipercaya dengan perkara yang kecil (very little), bisa dipercaya dengan perkara yang lebih besar
(Luk 16:10a).
Perkara 'kecil' adalah mamon yang tidak jujur. Sementara teman/sahabat adalah 'perkara yang lebih besar'.
Kekayaan tidak bertahan selamanya.
Ngengat, karat dan pencuri menghabiskannya.
Tapi sahabat dalam Kristus bertahan selamanya.
Kita cenderung memilih teman yg mirip kita, bertindak seperti kita dan berpikir seperti kita.
Tapi Yesus berteman dengan orang yang sama sekali tidak sepertiNya lalu memberdayakan mereka menjadi seperti Dia.
Yesus menunjukkan kasih karunia pada pemeras-koruptor bernama Zakeus, mengubahnya menjadi seorang pemberi murah hati.
Yesus menyinari jiwa Saulus yang gelap, dan pria ini menjadi penyebar kasih karunia.
Yesus hidup dan mati bagi sahabatNya.
Ia bahkan menjadikan musuhNya menjadi sahabatNya.
CARILAH TEMAN ABADI
Memulai pertemanan tidak selalu mudah, tapi Yesus menunjukkan caranya.
Ia menyediakan WAKTU bagi orang-orang.
Dia hadir di pesta dan jamuan pernikahan mereka, dan terlibat dalam kehidupan mereka.
Yesus bilang, salah satu cara berteman adalah melangsungkan perjamuan.
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
(Luk 14:13-14)
Di dunia ini, orang menyelenggarakan pesta/perjamuan dengan tujuan bersosialisasi dan membangun jaringan.
Mereka mengundang orang lain dengan tujuan mendapatkan sesuatu.
Tapi Yesus menyuruh kita menyelenggarakan pesta untuk mendapatkan teman yang abadi dengan mengundang orang-orang yang tidak mampu membalas kita.
Bagaimana kita menerima balasannya di hari kebangkitan orang benar?
Melalui teman-teman.
Anda lihat? Orang miskin tidak akan jadi orang miskin selamanya. Suatu hari mereka akan bersinar dalam kemuliaan dan akan berterimakasih pada anda karena sudah berbagi hidup dengan mereka.
Anda tak selalu butuh mimbar untuk mengabarkan kasih karunia.
Anda hanya butuh meja, terutama dengan makanan di atasnya, sedikit anggur, atau ya..mungkin jus.
Pikirkan betapa sering Yesus makan bersama orang lain.
Dia mungkin lebih banyak duduk dan makan bersama daripada berdiri dan berkhotbah.
Itu cara Yesus berteman.